PUISI JS : DI ATAS MOTOR TUA ENGKAU BERCERITA
Dari Ruteng ke Watunggong.
Setengah dua siang.
Berdua dengan motor tua.
Berbinar kita punya mata.
Melintasi jalan berlobang.
Menuju kampung.
Kamu bercerita.
Hatiku ceria.
Baca Juga: PUISI : MENAHAN RINDU PADA SIAPA
Tiba di watunggong.
Angin berhembus kencang.
Langit seakan hitam.
Gemuruh mencekam.
Datanglah hujan.
Baca Juga: UNADRI Berikan Beasiswa 4 Semester bagi Camaba Semester Genap, Ayo Buruan Daftar
Di warung kopi pinggir jalan.
Menunggu reda hujan.
Kamu berbisik denganku, tentang hujan.
Bisikmu...
Bagi seorang yang suka berpuisi.
Hujan adalah kenangan, kehilangan, kesedihan, dan kerinduan.
Baca Juga: PUISI : BERPISAH BUKAN BERATI TIDAK LAGI KISAH
Hujan mulai reda.
Kita kembali di atas motor tua.
Berjalan dengan pelan.
Kembali engkau bercerita.
Tentang masa depam dan nama anak kita nanti.
Nadia atau Salma, Tania atau Zidan, Riki atau Riski.
Baca Juga: PUISI: RASA TANPA KATA
Js
Artikel Terkait
Sejumlah Puisi ini Sangat Menyentuh Hati Sang Guru
PUISI : BERPISAH BUKAN BERATI TIDAK LAGI KISAH
PUISI : MENAHAN RINDU PADA SIAPA