Idenusantara.com - Suasana haru dan penuh kehangatan dalam acara “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” di Subang, Rabu (28/5/2025), mendadak berubah menjadi tegang. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang tengah menyampaikan sambutan di kampung halamannya sendiri, tiba-tiba meledak marah setelah sekelompok pemuda pendukung klub sepak bola Persikas Subang melakukan aksi yang dianggap mengganggu dan tidak menghormati forum.
Aksi tidak terduga itu dilakukan oleh sekelompok pemuda yang berdiri di tengah acara, membentangkan spanduk bertuliskan dukungan untuk Persikas dan meneriakkan yel-yel yang tidak berkaitan dengan rangkaian acara. Padahal, forum tersebut sedang digunakan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat seputar pelayanan dasar seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan pokok warga.
Baca Juga: Gubernur NTT Menolak Dilanjutkannya Peroyek Geotermal di Pulau Flores dan Lembata
Merasa suasana acara ternoda, Gubernur Dedi langsung menghentikan pidatonya dan melayangkan kecaman keras di hadapan seluruh peserta yang hadir.
“Ini bukan forum Persikas, tapi forum saya!," tegas Dedi dengan suara lantang.
“Orang Subang bukan butuh Persikas hari ini. Orang Subang butuh jalan yang baik, sekolah yang baik. Jangan ganggu warga yang sedang ingin didengar suaranya," tegasnya lagi.
Pernyataan itu sontak disambut tepuk tangan dan sorakan dukungan dari ratusan warga yang hadir. Banyak di antara mereka yang mengaku kecewa dan terganggu atas aksi spontan para suporter tersebut.
Forum Aspirasi Warga Terganggu Kepentingan Sektoral
Acara “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” merupakan program unggulan Pemprov Jawa Barat yang menjadi ruang temu langsung antara kepala daerah dan masyarakat.
Di Subang, forum ini diisi oleh ratusan warga dari berbagai kecamatan yang datang membawa keluh kesah mereka, mulai dari jalan desa yang rusak parah, bangunan sekolah yang reyot, kebutuhan pupuk, hingga bantuan rumah tidak layak huni.
Namun, apa yang seharusnya menjadi momentum menyerap aspirasi rakyat kecil justru disisipi oleh agenda kelompok yang tidak relevan dengan konteks acara. Aksi para suporter tersebut dinilai tidak menghormati ruang publik dan mengganggu kesakralan forum rakyat.
Seorang tokoh masyarakat Subang, H. Encep Sutisna, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan kekecewaannya.
“Kalau memang mereka punya aspirasi tentang Persikas, ya silakan sampaikan ke dinas terkait atau bikin forum sendiri. Ini forum warga, bukan stadion. Kita datang bukan mau nonton bola, tapi cari solusi buat jalan rusak dan anak-anak sekolah yang kekurangan ruang kelas,” ujarnya.
KDM: Bangun Pondasi Rakyat Dulu, Baru Bicara Hiburan
Artikel Terkait
Gubernur Melki Komitmen Optimalkan Sumber Daya Alam Non Tambang di NTT
Gubernur Melki Ikuti Rakor Penanganan Darurat Bencana di NTT Dengan BNPB; Prioritaskan Hunian Tetap
Gubernur Melki Dorong Penguatan Tata Kelola dan Ketahanan Air Untuk Indonesia dan Timor Leste
Gubernur NTT Menolak Dilanjutkannya Peroyek Geotermal di Pulau Flores dan Lembata