Idenusantara.com-Di balik seragam cokelat lengkap dengan lencana dan pangkat, ada sisi lain dari AKBP Suryanto, S.ST., M.Mar.E., M.M., M.Tr.Opsla yang tidak banyak diketahui publik. Seorang pemimpin yang mendekap masyarakatnya dengan kasih, bukan dengan rasa takut. Ia bukan hanya seorang perwira tinggi di tubuh Polri, tetapi juga sahabat, pelayan, bahkan keluarga bagi banyak warga Manggarai Timur.
Setelah 1,5 tahun mengemban tugas sebagai Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suryanto mulai mengemasi catatan pengabdiannya.
Dalam wawancara eksklusif pada Rabu, 25 Juni 2025, kepada Media ini ia membuka lembar-lembar kenangan yang bukan hanya soal strategi keamanan, tetapi juga tentang kehangatan manusia, toleransi, dan keadilan yang menyentuh hingga ke akar rumput.
Baca Juga: Gandeng YHF dan Wartawan, Bripka Hery Tena Wujudkan Mimpi Warga di Pelosok Manggarai Timur
Damai dalam Hiruk-Pikuk Politik
Tahun 2024 menjadi tahun ujian bagi banyak daerah di Indonesia, termasuk Manggarai Timur. Pemilu serentak kerap kali menyisakan potensi konflik yang tak terhindarkan. Namun, di bawah kepemimpinannya, wilayah ini justru tampil sebagai contoh kedewasaan demokrasi.
“Alhamdulillah, selama Pilpres, Pileg, dan Pilkada 2024, situasi aman. Tidak ada PSU, tidak ada kerusuhan, tidak ada gesekan. Semua berjalan damai,” ujarnya tenang, namun penuh makna.
Keberhasilan itu bukan semata karena pengamanan fisik. Menurutnya, pendekatan emosional kepada masyarakat jauh lebih penting.
Ia membangun kepercayaan, bukan hanya sekadar memerintahkan pasukan. Ia mengedepankan dialog, bukan intimidasi.
Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara ke-79, Polres Manggarai Salurkan Bantuan Sembako untuk Penyandang Disabilitas
Tiga Rumah Ibadah di Satu Kompleks
Di halaman Mapolres Manggarai Timur, berdiri tiga bangunan mungil: sebuah Kapela Katolik, Mushola, dan Pura. Tidak banyak Polres di Indonesia yang memiliki tempat ibadah dari tiga agama besar secara berdampingan. Tapi di sini, toleransi tidak berhenti pada spanduk atau slogan.
“Kami bangun ini bersama. Anggota lintas agama menyumbang, pemerintah daerah membantu. Kami ingin wujudkan semangat toleransi secara nyata. Bukan sekadar wacana,” katanya sambil menunjukkan lokasi bangunan yang kini menjadi simbol persaudaraan lintas iman.
Ia bahkan berencana meresmikan bangunan itu dengan prasasti bertuliskan nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman yang dijaga erat.