Warisan untuk Penerus
Kini, menjelang akhir masa tugasnya di Manggarai Timur, ia sedang menyusun laporan dan dokumentasi lengkap untuk diserahkan kepada Kapolres pengganti. Bukan hanya soal administrasi, tapi juga semangat dan nilai-nilai yang telah ia tanam.
“Saya ingin penerus saya bisa melanjutkan, bahkan membawa Polres ini jadi lebih baik. Jangan pernah kehilangan hati dalam bekerja. Karena masyarakat bisa merasakan mana yang tulus, mana yang pura-pura,” katanya.
Baca Juga: Mengungkap Fakta, Kontribusi PLTP Ulumbu untuk SDM Lokal dan Lingkungan
Polisi yang Menyentuh Nurani
Banyak yang berkata bahwa polisi seharusnya tegas, berwibawa, dan disegani. Tapi AKBP Suryanto membuktikan bahwa polisi juga bisa lembut, manusiawi, dan dicintai. Kepemimpinannya telah menyisakan bekas yang dalam—bukan hanya di ruang sidang atau halaman kantor, tapi di hati masyarakat Manggarai Timur.
Dan kini, ketika ia bersiap melepas seragam dan pindah tugas, satu hal pasti, ia tidak akan pernah benar-benar pergi. Jejaknya telah tertanam dalam, di kursi roda yang ia berikan, di rumah ibadah yang ia bangun, dan di hati warga yang menyebut namanya bukan sebagai polisi tapi sebagai saudara.