Ruteng, Idenusantara.com - Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI) secara aktif mendorong peningkatan peran umat Katolik dan menjadi pelopor dalam seluruh dinamika pembangunan nasional.
Dorongan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, RD. Yohanes Kurnianto Jeharut dalam pertemuan tatap muka bersama Komisi Kerawam Keuskupan Ruteng.
Kegiatan ini berlangsung di ruang sidang Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng pada Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai perwakilan tokoh umat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Katolik, seperti Pemuda Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Kulidesbang.
Membangun Kesadaran dan Kontribusi Nyata
Sekretaris Eksekutif yang akrab disapa RD. Hans Jeharut ini menjelaskan bahwa tugas utama Komisi Kerawam KWI adalah mendampingi kerasulan sosial, politik, dan kemasyarakatan.
Tujuan utamanya agar awam Katolik sungguh menyadari tanggung jawab sebagai warga gereja dan warga negara, sekaligus memikirkan kontribusi terbaik yang bisa diberikan untuk Gereja dan Negara.
Ia juga menekankan bahwa kualitas adalah standar utama dalam setiap proses pembinaan, guna menghasilkan individu-individu berkualitas yang siap berpartisipasi dalam kehidupan.
"Kami ingin awam Katolik tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam mewujudkan kebaikan bersama," ujarnya.
Untuk mewujudkan partisipasi awam dalam dinamika pembangunan bangsa, KWI melalui Komisi Kerawam menjalankan strategi komprehensif.
RD. Hans mengungkapkan bahwa banyak lembaga Katolik telah aktif menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, dan kaderisasi.
"Secara khusus, Komisi Kerawam mengajak untuk mempersiapkan kader-kader Katolik berkualitas yang akan terlibat di berbagai medan pengabdian, baik di internal gereja maupun di eksternal masyarakat," jelasnya.
Kualitas menjadi tolok ukur utama untuk memastikan setiap proses pembinaan menghasilkan individu yang siap dan mampu berkontribusi nyata.