Terima Kunjungan Gubernur, Bupati Nabit Paparkan Kinerja Pembangunan Manggarai

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Jumat, 18 Juli 2025 | 17:04 WIB

Ruteng, Idenusantara.comBupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menyambut kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, di Aula Kantor Bupati Manggarai, Rabu (16/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Nabit memaparkan secara lugas capaian serta pekerjaan rumah utama dalam pembangunan daerah Manggarai.

Bupati Nabit mengakui bahwa meskipun beberapa indikator sosial-ekonomi menunjukkan kemajuan, Kabupaten Manggarai masih menghadapi tantangan fundamental yang membutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Sorotan pada Isu Krusial: Kemiskinan hingga Pendidikan

Salah satu poin utama yang disoroti Bupati Nabit adalah kemiskinan.

"Persentase kemiskinan memang mengalami penurunan dari 19,8% pada tahun 2022 menjadi 19,01% di tahun 2024, namun angka ini masih tinggi dan menjadi tantangan besar kami ke depan," ungkap Bupati Nabit.

Ia menekankan perlunya strategi penanggulangan kemiskinan yang lebih struktural dan berkelanjutan dalam lima tahun mendatang.

Dari sisi ekonomi, Kabupaten Manggarai mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,9% pada tahun 2024, meningkat dari tahun sebelumnya.

Namun, Bupati mengingatkan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi harus menjadi perhatian agar mampu berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Kabar baiknya, pengangguran terbuka di Manggarai menunjukkan tren positif, berhasil ditekan hingga 1,17% pada 2024, berkat sinergi pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Meski demikian, daya saing daerah masih menyisakan pekerjaan rumah besar, terutama pada kapabilitas inovasi, sistem keuangan, dan efisiensi pasar tenaga kerja.

"Kita belum maksimal dalam hal inovasi dan transformasi ekonomi berbasis keunggulan lokal," imbuhnya.

Sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius. Bupati Nabit mengungkapkan angka partisipasi murni (APM) di jenjang SD baru mencapai 85,7%, artinya lebih dari 14% anak usia 7-12 tahun belum bersekolah.

Di tingkat SMP, APM bahkan lebih rendah, yakni 72,1%, yang mengindikasikan sekitar 27% anak usia 13-15 tahun belum mengenyam pendidikan menengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X