"Ini situasi darurat pendidikan dasar. Kita harus bekerja lebih keras untuk memastikan seluruh anak usia sekolah bisa duduk di bangku sekolah," tegas Bupati.
Dalam hal kesehatan, data menunjukkan angka kematian ibu dan bayi masih tinggi dan stagnan.
Kematian bayi tercatat 96 kasus pada tahun 2021 dan tidak mengalami penurunan hingga 2024, dengan 48 kasus terjadi hingga pertengahan 2025.
Kematian ibu juga meningkat dari 12 kasus pada 2019 menjadi 14 kasus pada 2024. Masalah stunting juga belum sepenuhnya teratasi, dengan 2.797 kasus dari 25.219 balita (11,07%) pada Agustus 2024, meskipun turun menjadi 9,4% pada Februari 2025.
Respons Gubernur: Pentingnya KTP dan Produk Unggulan Desa
Menanggapi pemaparan tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena menekankan pentingnya percepatan perekaman KTP sebagai prasyarat utama mengakses layanan dasar.
Ia menyoroti masih adanya sekitar 97.000 warga NTT yang belum memiliki KTP, yang bisa menjadi kendala serius dalam akses layanan kesehatan.
"KTP itu pintu masuk untuk menikmati hak-hak sebagai warga negara," tegas Gubernur Melki.
Gubernur Melki juga menegaskan perlunya penempatan tiga tenaga kesehatan (bidan, perawat, dan ahli gizi) di setiap desa sebagai barisan terdepan pelayanan kesehatan.
Ia juga memperkenalkan inisiatif "One Village One Product" (OVOP), mendorong setiap desa dan kelurahan memiliki minimal satu produk unggulan lokal yang potensial untuk dikembangkan.
Ia berharap adanya kolaborasi untuk mengolah, mengemas, dan memasarkan produk-produk lokal agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
"Kami ingin membangun NTT dengan semangat NTT sentris, agar pusat-pusat pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada Labuan Bajo, tetapi menyebar merata ke seluruh kabupaten dan kota," tutupnya.