Kualitas Proyek Jalan Nasional di NTT Terus Disoroti, Kinerja Kerja BPJN NTT Dipertanyakan

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Senin, 11 Agustus 2025 | 08:52 WIB
Yance Janggat, SH (Foto: Dok. Istimewa)
Yance Janggat, SH (Foto: Dok. Istimewa)

NTT -- Tokoh masyarakat setempat yang juga berprofesi sebagai lawyer, Yance Janggat, SH menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan nasional di sejumlah titik di kabupaten manggarai raya, Flores, NTT. Pasalnya, sejumlah proyek preservasi jalan nasional yang baru-baru ini dikerjakan sudah mengalami kerusakan.

Misalnya pada ruas jalan Komodo (Mena-Ruteng) kabupaten manggarai, yang dikerjakan pada tahun 2023-2024 oleh PT. AKAS sudah mulai rusak dan kualisatanya diragukan. Hal yang sama terjadi pada proyek preservasi ruas jalan labuan bajo-malwatar-batas kota ruteng, pemasangan U-ditch di dalam kota labuan bajo ruas jalan pasar baru yang terkesan asa jadi, juga sudah mengalami kerusakan.

Belum lagi ruas jalan nasional lainnya yang butuh perhatian khusus BPJN NTT dan merupakan jalan lintas yang menghubungkan sejumlah kabupaten di Flores. 

Yance Janggat, SH mengatakan, kondisi jalan ini, diperparah dengan lemahnya kepemimpinan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT.

Dirinya menilai, kepala balai yang baru lemah, dan takut melakukan evaluasi dan mencopot sejumlah PPK dan Satker di BPJN.

"Kami meminta Kepala Balai, Janto, SE., ST., M.Sc, agar segera melakukan evaluasi sejumlah PPK dan Satker," ungkapnya, Senin (11/08/2025) pagi. 

Baca Juga: Produksi AMP PT AKAS di Manggarai Barat, Diduga Tidak Kantongi Izin, APH Diminta Turun Tangan

Yance menuturkan, setelah serah terima jabatan sebagai Kepala Balai BPJN NTT, belum ada gebrakan apa-apa terkait dugaan sejumlah masalah preservasi jalan nasional di sejumlah ruas di kabupaten/kota.

Ia mengaku, banyak keluhan dan penilaian buruk masyarakat terhadap kinerja Pelaksana Jalan Nasioanl (PJN).

Penampakan ruas jalan Mena menuju kota ruteng atau Jl. Komodo
Penampakan ruas jalan Mena menuju kota ruteng atau Jl. Komodo (Istimewa)

Selain permintaan untuk evaluasi PPK Pengawasan dan Kastker 3.2, Yance meminta KPK dan Kejaksaan Agung menelusuri sejumlah pekerjaan preservasi jalan ini di NTT, karena diduga kuat ada unsur KKN.

"Kami meminta KPK RI dan Kejasaan Agung, segera telusuri atas sejumlah pekerjaan proyek preservasi jalan di NTT tersebut, karena diduga kuat ada unsur KKN," pungkasnya. 

Tokoh Masyarakat yang juga Lawyer, Yance Janggat, SH mencermati kondisi jalan tersebut, patut diduga untuk kualitas jalan hotmix sangat buruk.

"Kondisi jalan tersebut sangat buruk. harapan saya pihak terkait, Kejagung melalui Kejati NTT perlu meminta pertanggungjawaban PPK proyek tersebut dan BPJN NTT," Tulis Yance dalam pesan WhatsApp yang diterima media ini pada senin, 11 Agustus 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X