IDENUSANTARA.COM - Pemerintah Kabupaten Manggarai resmi memulai perbaikan jalur Cancar-Golo Welu, jalan strategis yang menghubungkan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. Jalur ini menjadi akses vital bagi masyarakat perbatasan untuk transportasi, distribusi barang, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Proyek ini mendapat apresiasi penuh dari Anggota DPRD Manggarai, Lexy Armanjaya, Ketua Fraksi Demokrat, yang menilai perbaikan jalan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses, mobilitas, dan kesejahteraan warga.
Perbaikan Jalan dan Kondisi Lapangan
Pekerjaan perbaikan jalur Cancar-Golo Welu telah dimulai dengan penggusuran kiri-kanan jalan untuk memperlebar ruas. Meskipun saat ini kondisi lapangan masih memunculkan debu, lumpur, dan antrian kendaraan, warga menyambut baik langkah pemerintah yang telah lama dinantikan.
Baca Juga: Tour De EnTeTe Berakhir di Tambolaka, Gubernur Ungkap Sumba Semakin Dikenal Dunia
Jalur ini sebelumnya dikenal sebagai titik kritis karena kondisi jalan yang sempit, berlubang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan. Banyak warga menghadapi kesulitan dalam kegiatan sehari-hari, termasuk ke sekolah, fasilitas kesehatan, maupun mengangkut hasil pertanian.
Sebagai informasi, proyek ini menggunakan anggaran Rp 10 miliar dan dikerjakan oleh CV Daviditiano Putra, dengan fokus pada pelebaran ruas, perbaikan lapisan permukaan, dan penataan drainase agar jalan lebih tahan lama.
Lexy menekankan pentingnya kualitas pengerjaan agar proyek memberikan manfaat maksimal:
"Perbaikan ini bukan sekadar fisik, tetapi strategi pembangunan yang membuka akses nyata bagi warga, sekaligus memperkuat peluang ekonomi di daerah perbatasan," ujar Lexy.
Baca Juga: Kunker di Kabupaten Sumba Tengah, Gubernur NTT Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder
Landasan Pembangunan dari Pinggiran
Lexy Armanjaya menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan landasan pembangunan dari pinggiran dan prinsip utama otonomi daerah sejak tahun 1999.
"Wilayah perbatasan adalah halaman rumah Kabupaten Manggarai yang harus ditata, diperbaiki, dan dipercantik. Paradigma pembangunan ini menekankan bahwa pembangunan harus merata, tidak hanya berfokus di pusat kota. Dengan memperbaiki jalur perbatasan, kita memperkuat rasa keadilan sosial dan ekonomi warga," jelas Lexy.
Ia menjelaskan, pembangunan dari pinggiran memberikan efek jangka panjang, termasuk:
Pertama, mempercepat mobilitas masyarakat untuk pendidikan, pasar, dan layanan kesehatan.
Artikel Terkait
Polres Manggarai Barat Gelar Pengecekan Peralatan Dalmas
Pelaku Pencurian di Kapal Milik Wisatawan Australia Berhasil Diamankan Polres Manggarai Barat
Dominasi Tuan Rumah di MOSE Cup II, SDI Momang Mese Sapu Bersih Semua Kejuaraan
Dugaan Proyek Fiktif, PPK 3.2 Satker PJN Wilayah III NTT: Semuanya Masih Tetap Berjalan
Buka Tour de EnTeTe, Gubernur NTT : Kita Siap Berdiri Sejajar di Panggung Dunia
Buka Lima Tahun ETF 2025, Gubernur NTT Sebut Tenun NTT Sebagai Maha Karya Leluhur dan Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah
Kunjungi KWT Dalam Kota, Bupati Nabit Dorong Urban Farming untuk Ketahanan Pangan