ENDE -- Sebuah kabupaten yang dengan ibu kotanya hampir dikelilingi laut dan bukit-bukit hijau, semangat olahraga semestinya berlari di lintasan harapan. Namun di Ende, Kabupaten yang dikenal dengan tarian Gawi dan julukan Ende Sare Pawe (Ende baik-baik), aroma kecurigaan justru menyeruak dari gelanggang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Sebuah dana hibah yang seharusnya menjadi bahan bakar semangat atlet, kini berubah menjadi bara tanda tanya—Rp2.1 miliar yang menguap tanpa jejak yang terang.
Kini kasus dugaan korupsi dana KONI Ende masih juga belum selesai. Masyarakat Kabupaten Ende menyebut bahwa pihak polres kabupaten Ende tidak serius dalam menangani kasus KONI yang menelan anggaran sebesar Rp2.1 miliar.
Masyarakat kota Ende menuding dan kuat dugaan ada oknum petinggi polres Ende yang terlibat dalam permainan anggaran dana KONI Ende yang mengabiskan uang Negara tanpa ada laporan jelas sebesar Rp2.1 miliar itu.
Pihak polres Kabupaten Ende juga dituding menyembunyikan hasil audit BPK-RI dengan alasan agar kasus tersebut mengendap lalu menghilang.
"Pihak Polres Ende hanya beralasan dan menyembunyikan hasil audit BPK-RI. Ini hanya permainan para elit dan hanya alasan saja supaya kasus tetap mengendap sehingga lama untuk memastikan kepastian hukum," Ujarnya
Yosef Badeoda, Ketua KONI terpilih periode 2025-2029 kabupaten Ende saat diwawancarai Media ini pada jumat (14/10) menegaskan, kalau Musda KONI Ende baru-baru lalu merekomendasikan pemeriksaan Inspektorat terkait dengan penggunaan anggaran hibah sebesar Rp2.1 Miliar.
Baca Juga: Aktivis Ende Mendesak Kapolri Untuk Ambil Alih Kasus KONI Ende.
"Musda KONI Ende baru2 lalu merekomendasikan pemeriksaan inspektorat terkait dengan penggunaan anggaran hibah utk KONI dari Pemda Ende dalam kepengurusan KONI yang lama. Sekarang lagi diperiksa oleh inspektorat," Tulis Yosef, merespon pesan wawancara yang dikirim Media ini
Musda KONI Ende mendorong inspektorat untuk melakukan pemeriksaan tersebut dengan alasan karena hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Ende selama ini belum ada titik terang.
"Sebagaimana kita tahu hasil penyelidikan dan penyidikan kasus KONI oleh kepolisian selama ini belum ada titik terang. Yang kita dengar selentingan terbukti ada dugaan penyalahgunaan keuangan dana hibah KONI Ende dan para terduga diminta untuk mengembalikan uang yang telah disalahgunakan itu ke kas daerah. Namun, sampai saat ini tidak pernah ada pengembalian uang negara tersebut," Ujarnya
Yosef Badeoda menegaskan kalau dirinya meminta pihak kepolisian segera menyampaikan ke publik terkait hasil penyelidikan kasus ini secara terbuka.
"Sebagai bupati ende, saya akan minta pihak kepolisian segera menyampaikan ke publik hasil penyidikan kasus ini secara terbuka dan transparan biar publik tidak terus menduga-duga," Tegasny
Baca Juga: Mosi Tidak Percaya Kepada Polres Ende, Ronaldo: Mendesak Polri Ambil Alih Penanganan Kasus KONI.
Artikel Terkait
Aktivis Ende Mendesak Kapolri Untuk Ambil Alih Kasus KONI Ende.