High Level Meeting TPID–TP2DD NTT 2025 : Menjaga Stabilitas Harga dan Mempercepat Transformasi Digital Menjelang Natal Tahun Baru

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Senin, 8 Desember 2025 | 21:23 WIB
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 (Foto: Biro Setda Prov NTT)
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 (Foto: Biro Setda Prov NTT)

Di sisi lain, pemerintah terus memperluas jangkauan bantuan pangan kepada masyarakat. Bulan Desember ini, bantuan-bantuan akan disalurkan kepada 653.746 penerima, masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Meski demikian, Bulog mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, terutama terkait kelangkaan BBM di wilayah Flores yang sempat menghambat kelancaran distribusi. Upaya koordinasi terus dilakukan agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih cepat dan merata ke seluruh kabupaten/kota.

Pemaparan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan : Kolaborasi dan Transformasi untuk Stabilitas Harga

Dalam sesi diskusi Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi Handrayani Nange, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak sehingga HLM dapat terselenggara dengan baik. Selfi menegaskan bahwa pengendalian inflasi NTT sepanjang tahun berjalan cukup solid, dengan inflasi terjaga di kisaran 2,15 persen, hasil kolaborasi erat sektor pertanian, BPS, Bank Indonesia, Disperindag, dan pemerintah kabupaten/kota. Dengan performa ini, ia optimistis NTT berpeluang meraih Bank Indonesia Award pada tahun mendatang.

Ia juga menekankan bahwa NTT saat ini masuk 10 besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik sekaligus mencatat penurunan tingkat kemiskinan. Tantangan selanjutnya adalah memastikan manfaat capaian ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selfi menambahkan bahwa berbagai event ekonomi sepanjang tahun memberikan dampak positif bagi aktivitas usaha, sehingga pemerintah berkomitmen melanjutkan event strategis di 2026, termasuk memperluas jaringan NTT Mart ke kabupaten-kabupaten untuk memperkuat distribusi dan akses pangan.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antar daerah, tindak lanjut rekomendasi digitalisasi TP2DD, serta penguatan koordinasi sesuai pendekatan 4K Bank Indonesia—Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, Komunikasi efektif.

Baca Juga: Mentan Amran Kirim Logistik Bantuan Bencana Satu Kapal Penuh ke Sumatra

Gubernur Melki : 2026 Jadi Tahun Penguatan Kapasitas Produksi

Menutup pertemuan, Gubernur Melki menyampaikan arah pembangunan ekonomi NTT ke depan. Ia menjelaskan bahwa 2025 adalah tahun peletakan fondasi, sementara 2026 harus menjadi tahun penguatan kapasitas produksi di sektor pertanian, kelautan, peternakan, perkebunan, pariwisata, hingga seni budaya.

Gubernur Melki menegaskan bahwa struktur ekonomi NTT harus bertransformasi dari konsumsi ke produksi, dengan menggerakkan program One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product sebagai motor hilirisasi lokal. Ia berharap pada 2027 mulai lahir industri-industri baru, termasuk rencana pembangunan pabrik pakan ternak sebagai salah satu proyek strategis.

Gubernur Melki menutup dengan ajakan untuk bergotong royong menyikapi pergerakan ekonomi di akhir tahun.

“Semua pihak perlu bekerja sesuai porsi dan tanggung jawab masing-masing agar ekonomi tetap stabil hingga akhir tahun. Kita harus siap mengantisipasi berbagai kemungkinan di pasar. Semoga seluruh kondisi tetap terkendali. Dan untuk percepatan digitalisasi, mari bersama-sama mengedukasi masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan layanan digital.” Pungkasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X