Haru Keluarga Tasya: Rumah Singgah Ruteng Bukti Negara Hadir, Terima Kasih Pak Gubernur NTT

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Kamis, 30 April 2026 | 12:30 WIB
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan insan pendidikan di Manggarai Raya (Foto:Ejhi Serlenso-Idenusantara.com)
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan insan pendidikan di Manggarai Raya (Foto:Ejhi Serlenso-Idenusantara.com)

Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, Adrianus Ngongo, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor.

“Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur menitipkan pesan, tidak boleh ada lagi warga NTT yang menunda berobat karena takut tidak ada tempat tinggal. Rumah singgah ini gratis, layak, dan aman. Silakan dimanfaatkan oleh adik Tasya yang berobat ke Ruteng,” jelasnya.

Selama ini, fenomena “sakit tambah miskin” menjadi momok bagi warga 3T. Biaya transportasi, makan, dan penginapan selama rujukan seringkali jauh lebih besar dari biaya pengobatan itu sendiri. Kehadiran rumah singgah diharapkan memutus mata rantai tersebut.

Baca Juga: MBG Belum Masuk Sekolah 3T, Siswi SD di Manggarai Timur Tulis Surat Untuk Presiden Prabowo

Jhi Serlenso, Pemuda asal Elar mengapresiasi langkah cepat Pemprov NTT

“Ini kebijakan yang menyentuh akar rumput. Kami di lapangan yang tiap hari lihat pasien susah mencari tempat penginapan. Rumah singgah ini bukan hanya gedung, tapi simbol keberpihakan. Tinggal PR-nya sosialisasi masif sampai ke kampung-kampung," pungkasnya.

Ia berharap model rumah singgah Ruteng bisa direplikasi di Borong, Labuan Bajo, dan kota rujukan lain di NTT.

Keluarga Tasya kini bisa bernapas lega. Jadwal kontrol berikutnya di bulan Mei 2026 sudah tidak lagi jadi momok. Mereka adalah keluarga pertama yang akan menempati rumah singgah tersebut.

“Pesan kami untuk Bapa Gubernur, tolong jaga terus rumah ini agar bukan hanya kami saja yang menikmatinya mungkin pasien-pasien lain juga nantinya. Dan kalau bisa, tolong bangun juga di Borong ibukota kabupaten Manggarai Timur, Biar saudara-saudara kami dari Elar, Elar Selatan, Poco Ranaka, dan dari wilayah kecamatan lainnya saat merujuk ke RS Borong tidak perlu repot mencari penginapan,” tandasnya.

Baca Juga: 10 Tahun Lumpuh, Warga Elar Selatan Tinggal di Kandang Butuh Uluran Tangan

Untuk diketahui NTL, anak yatim piatu yang berjuang melawan TB Paru dan HIV/AIDS Stadium 3, akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat ini NTL masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dikabarkan melihat langsung kisah Tasia yang beredar di media sosial Tiktok. Tersentuh dengan kondisi yang dialami bocah 11 tahun tersebut, Gubernur segera mengambil langkah cepat.

Kisah Tasya diceritakan oleh akun Tiktok Berita NTT. Postingan akun ini dilihat dan menggugah hati Emanuel Melkiades Laka Lena.

Ia langsung memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk turun tangan melihat kondisi NTL secara langsung di kampung halamannya di Elar, Kabupaten Manggarai Timur.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X