Kain Tenun Rembong Manggarai Timur: Warisan Leluhur Sejak 1950 yang Tetap Lestari Lewat Tangan Perempuan Nele

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Jumat, 1 Mei 2026 | 16:48 WIB
Kain Tenun Rembong (Foto:Jhi.S)
Kain Tenun Rembong (Foto:Jhi.S)


4. Pasar dan Promosi: Wajibkan ASN Matim memakai kain rembong pada hari tertentu. Fasilitasi penenun masuk e-katalog LKPP dan promosikan di setiap event pariwisata daerah, mulai dari Festival Kelimutu hingga pameran di Kupang dan Jakarta.


5. Galeri Museum Hidup: Bangun Rumah Tenun Rembong di Kelurahan Lempang Paji sebagai pusat edukasi, produksi, dan penjualan. Jadikan Kampung Nele sebagai destinasi wisata budaya berbasis tenun.

“Kalau pemerintah turun tangan bantu promosi dan lindungi, kami yakin anak-anak muda akan mau belajar. Jangan sampai rembong hanya tinggal cerita,” tegas Yuliana.

Kain tenun rembong bukan sekadar lipa dela. Ia adalah KTP budaya Manggarai Timur. Tugas pemerintah memastikan KTP itu tidak kedaluwarsa.

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X