Dinding Tebal Bernama Biaya
Dinsos Manggarai Timur sudah melakukan pendampingan. Namun rujukan ke Kupang tetap berat. Keluarga harus memikirkan:
1. Biaya transportasi darat dan laut/udara Manggarai Timur - Kupang
2. Biaya hidup orang tua selama mendampingi rawat jalan di RS
3. Susu formula khusus, popok, obat dan nutrisi yang tidak ditanggung BPJS
Setiap hari yang terlewat adalah risiko. Benjolan di kepala Prisilia bisa semakin membesar jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Inovasi Wondr by BNI, Komitmen Melindungi Nasabah
Kapolda NTT Turun Tangan, Harapan Baru Terbuka
Di tengah keputusasaan itu, datang secercah harapan.
Berawal dari informasi dan postingan Aipda Heribertus Tena, KASIDOKKES Polres Ngada yang sebelumnya bertugas di Manggarai Timur dan Manggarai, kisah Prisilia sampai ke telinga Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko.
Tanpa menunggu lama, Kapolda Rudi Darmoko langsung mengulurkan bantuan. Sejumlah dana dikirim untuk membantu biaya perjalanan Prisilia dari Borong menuju Kupang.
"Ini sebagai bentuk kepedulian Bapak Kapolda NTT untuk bayi Prisilia dan keluarga. Besar harapan beliau, Prisilia bisa segera berangkat untuk menjalani pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit rujukan di Kota Kupang," tutur Aipda Hery Tena.
Aipda Hery menginformasikan, kabarnya sore ini Prisilia bersama keluarga akan menuju Pelabuhan Aimere dan besok berangkat ke Kupang.
Aipda Hery Tena dikenal aktif di misi kemanusiaan, membantu kelompok rentan di wilayah pelosok NTT.
Baca Juga: Belajar Melampaui Rumus, Ikhtiar Prodi Matematika Unika Ruteng Mencetak Guru Profesional
Secercah Harapan Bernama Kita
Bantuan Kapolda NTT membuka jalan. Tapi perjuangan Prisilia belum selesai. Biaya pengobatan lanjutan, perawatan, dan kebutuhan bayi di Kupang masih sangat besar.
Prisilia baru 2 minggu melihat dunia. Ia belum sempat merasakan hidup tanpa rasa sakit. Kita bisa jadi bagian dari kesembuhannya.