"Pelaporan Kinerja Dosen (BKD) 2022 sampai 2024 saya penuhi semua (memenuhi). Sepanjang saya di STIE selama 7 tahun lebih tidak ada aturan larang bagi Dosen untuk menjalankan aktivitas lain di luar kampus. Sebenarnya keterlibatan dosen dalam aktivitas lain menunjang dosen dan juga lembaga STIE Karya," jelasnya
Ketua Yayasan STIE Karya Ruteng Menuding Dosen LM Membuat Kerugian Pada Sistim dan Tata Kerja Kampus
Keterangan Ketua Yayasan STIE Karya Ruteng, Mariyati Helsako F. Mutis dalam tanggapan atas surat Somasi dan Permohonan Bipartit dari kuasa hukum dosen LM pada tanggal 28 Maret 2025, yang menilai dosen LM tidak menghargai aturan dari kampus.
Ketua Yayasan STIE Karya Ruteng tersebut beranggapan bahwa tindakan dari dosen LM telah membawa kerugian pada sistim dan tata kerja kampus. Oleh karena itu Program Studi Manajemen memberikan sanksi dengan menurunkan jumlah mata kuliah menjadi 1 mata kuliah dengan 3 SKS.
Menanggapi tudingan tersebut, Dosen LM menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah melanggar ketentuan dari kampus STIE Karya Ruteng.
"Saya sudah 7 tahun lebih mengabdi di kampus STIE Karya Ruteng. Selama saya mengabdi, saya selalu menghargai seluruh aturan dalam kampus. Bahkan dalam hal pertanggungjawaban, saya selalu membuat laporan kinerja. Apa lagi yang melanggar?," ungkap dosen LM dengan nada kesal
Dosen LM juga mengaku, bahwa gajinya selalu sering dipotong oleh ketua yayasan dengan alasan yang tidak logis. Meskipun begitu, dirinya tidak pernah mempersoalkannya.
"Bahkan dengan gaji 600 ribu, saya tidak pernah protes. Sudah digaji segitu, gaji dipotong, saya malah justru tidak dihargai" ungkapnya
"Hanya karena saya membuat surat keberatan atas kebijakan yang keliru. Lalu, kemudian saya dianggap tidak menghargai aturan kampus, ungkapnya lagi
Dosen LM menilai bahwa ketua yayasan sedang menghancurkan karir akademiknya. Selain itu ketua yayasan juga anti terhadap kritikan, sehingga dirinya tidak diberikan tugas pengajaran.
"Kampus itu lembaga akademik, untuk merawat intelektual. Ketika dosen membuat surat, jangan dianggap sebagai bentuk perlawanan. Inikan, bodoh namanya," jelasnya
"Saya berani jamin. Selain saya laporkan ke polisi atas fitnah yang mereka lakukan kepada saya. Saya pastikan akan bongkar semua kebobrokannya ketua Yayasan dan oknum -oknum lainnya. Termasuk aib mereka semua, saya pasti bongkar," tutupnya