daerah

Krisis Air Bersih dan Anak Sekolah Belajar di Ruang Retak, Reses "Rikard Persly" DPRD Matim Jadi Panggung Curhat Warga

Minggu, 25 Mei 2025 | 12:58 WIB
Anggota DPRD Manggarai Timur, Rikar Persly menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat

Idenusantara.com - Dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur dari Fraksi Partai Golkar, Rikardus A. Persly, menggelar kegiatan reses di dua titik penting di Kecamatan Elar: Kampung Nao di Desa Compang Soba dan Kampung Rese di Desa Sisir. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan menjadi momentum strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan harapan yang selama ini terpendam—khususnya mengenai krisis Air Minum Bersih (AMB) yang sudah berlangsung lama.

Warga Bicara, Wakil Rakyat Mendengar

Reses yang digelar pada Sabtu (24/05/2025) ini dihadiri puluhan warga dari berbagai kalangan: tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan guru. Mereka menyampaikan berbagai persoalan riil yang selama ini dihadapi di desa mereka. Isu yang paling mengemuka adalah minimnya akses terhadap air bersih, buruknya infrastruktur pendidikan, serta kebutuhan akan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Kami sudah punya MCK yang layak, tapi air bersih tidak ada. Setiap hari warga harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal kehidupan,” ungkap Rius Jaka, Kepala Desa Compang Soba, dengan nada penuh keprihatinan.

Baca Juga: Lakukan Reses, Anggota DPRD Manggarai Barat Rofinus Rahmat Terima Seruan Masyarakat Tentang Masalah Infrastruktur

Masalah serupa diungkapkan warga Desa Sisir. Mereka mendesak pemerintah daerah segera memperluas jaringan AMB dari Desa Lengko Namut agar menjangkau desa-desa tetangga yang selama ini luput dari perhatian pembangunan.

Sekolah Rawan Ambruk, Guru Minta Solusi Konkret

Masalah lain yang tak kalah serius datang dari dunia pendidikan. Patris Wajeng, seorang guru di SMP Negeri 13 Elar, menyampaikan kondisi memprihatinkan gedung sekolah tempatnya mengajar. Ia menggambarkan kondisi ruang kelas yang rusak parah, lapuk, dan tidak layak digunakan.

“Saat mengajar, saya selalu buka pintu lebar-lebar dan minta anak-anak agar siaga. Kalau ada gempa, langsung lari keluar. Kami takut bangunan ambruk sewaktu-waktu,” jelasnya.

Patris menekankan bahwa sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan pondasi masa depan desa. Ia berharap Rikard Persly dapat memperjuangkan perbaikan bangunan sekolah tersebut dalam forum DPRD.

Komitmen dan Tanggung Jawab Politik Seorang Wakil Rakyat

Menanggapi seluruh keluhan dan harapan tersebut, Rikard Persly, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Partai Golkar Manggarai Timur, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dua desa tersebut.

“Kita tidak bisa janji semua langsung terealisasi, tapi saya pastikan semua aspirasi ini akan saya bawa ke sidang paripurna DPRD. Air minum bersih adalah prioritas utama. Ini terkait langsung dengan penanganan stunting dan kualitas hidup masyarakat,” tegas Rikard di hadapan warga.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, ia menekankan bahwa semua suara masyarakat akan menjadi bagian penting dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan di DPRD.

Halaman:

Tags

Terkini