Krisis Air Bersih dan Anak Sekolah Belajar di Ruang Retak, Reses "Rikard Persly" DPRD Matim Jadi Panggung Curhat Warga

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Minggu, 25 Mei 2025 | 12:58 WIB
Anggota DPRD Manggarai Timur, Rikar Persly menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat
Anggota DPRD Manggarai Timur, Rikar Persly menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat

Dorongan kepada Pemerintah Daerah dan Dinas Terkait

Rikard juga meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui dinas teknis agar segera merespons kondisi yang dikeluhkan masyarakat. Ia menekankan perlunya tindakan nyata, bukan sekadar wacana atau janji politik.

“Perluasan jaringan AMB dari Desa Lengko Namut ke Desa Sisir dan Compang Soba adalah hal mendesak. Ini bukan proyek kecil, karena membutuhkan anggaran besar, namun manfaatnya akan dirasakan langsung oleh ribuan warga,” kata Rikard.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan harus berpihak pada desa-desa yang selama ini terpinggirkan. “Kita tidak bisa membiarkan ketimpangan terus terjadi. Pembangunan harus menyentuh mereka yang paling membutuhkan.”

Reses yang Melahirkan Harapan Baru

Meski kegiatan reses hanya berlangsung beberapa jam, bagi masyarakat dua desa ini, momen tersebut menjadi ruang harapan. Mereka merasa didengar dan dihargai sebagai warga yang memiliki hak untuk hidup layak.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Elar, khususnya Desa Compang Soba dan Sisir, yang telah hadir dan aktif menyuarakan aspirasinya. Mari terus bergotong royong membangun daerah ini,” ujar Rikard dalam penutupan kegiatan.

Warga berharap agar pertemuan ini tidak berhenti sebagai formalitas belaka. Mereka ingin agar apa yang telah disampaikan benar-benar diperjuangkan hingga membuahkan hasil nyata.

Dari Krisis Menuju Arah Perubahan

Kegiatan reses Anggota DPRD Manggarai Timur, Rikard Persly, menjadi bukti bahwa politik bisa menjadi alat perubahan jika dijalankan dengan ketulusan dan komitmen. Di tengah krisis air bersih dan kerentanan infrastruktur pendidikan, masyarakat Compang Soba dan Sisir menemukan secercah harapan.

Kini, bola ada di tangan pemerintah dan wakil rakyat. Mampukah mereka menjawab harapan ini? Ataukah reses hanya akan menjadi rutinitas tanpa hasil? Waktu dan integritas akan menjadi penentunya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X