daerah

Rutan Ruteng SAE, Inovasi Pemberdayaan Menuju Kemandirian Warga Binaan

Minggu, 6 Juli 2025 | 23:27 WIB
Karutan Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori saat meninjau lahan pertanian Holtikultura yang dikembangkan oleh warga binaan

Warga binaan menerima materi dan pelatihan aplikatif di kedua bidang ini, yang didesain agar langsung bisa dimanfaatkan setelah mereka bebas.

Selama menjalani program, warga binaan tidak dilepas begitu saja, mereka didampingi secara ketat oleh petugas rutan dan para ahli di bidangnya.

"Kami sangat berharap, warga binaan dapat menemukan lapangan pekerjaan baru setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan selama berada di dalam rumah tahanan," imbuh Karutan Saiful, menyoroti visi jangka panjang program ini untuk menciptakan peluang kerja.

Penting untuk dipahami, tidak semua warga binaan diizinkan mengelola lahan pertanian atau terlibat dalam usaha mebel di luar rutan.

Izin asimilasi ini adalah sebuah hak istimewa yang diberikan kepada mereka yang telah menjalani setengah masa pidana dan melewati serangkaian tahapan penilaian ketat.

Proses seleksi yang cermat ini memastikan hanya warga binaan yang benar-benar siap dan memiliki komitmen positif yang terlibat dalam program di luar lingkungan rutan, menjaga kepercayaan masyarakat dan efektivitas program pemberdayaan ini.

Mengikis Stigma, Membangun Visi Inovatif

Rutan Ruteng juga secara aktif berupaya mengubah stigma negatif masyarakat terhadap warga binaan.

"Masyarakat perlu diberi informasi dan pemahaman bahwa sistem kami sekarang bukan lagi pemenjaraan, tapi sistem pemasyarakatan," tegas Karutan Saiful.

Sistem pemasyarakatan yang dimaksud adalah upaya holistik untuk melatih dan memberdayakan warga binaan agar mereka bisa diterima kembali di tengah masyarakat secara penuh.

Ini dicapai melalui program pembinaan rohani yang kuat dan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, mempersiapkan mereka untuk reintegrasi sosial yang sukses dan produktif.

Visi Karutan Ruteng untuk lembaganya sangat ambisius. Targetnya secara organisasi adalah menjadikan Rutan Ruteng meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), sesuai dengan petunjuk Sekretaris Negara dan Kementerian PAN-RB.

Secara kelembagaan, potensi usaha perkebunan dan pertanian hortikultura yang sudah berjalan, serta usaha mebel, akan terus digenjot dan dikembangkan.

Selain memperluas lahan yang sudah dikerjakan di pusat kota (dekat LP lama), Rutan Ruteng berencana mengembangkan usaha ini secara berkelanjutan.

Bahkan, di lingkungan rutan sendiri, akan dikembangkan pertanian cabai sebagai salah satu komoditas unggulan, menunjukkan komitmen terhadap diversifikasi produk dan ketahanan pangan lokal.

Halaman:

Tags

Terkini