Aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Karutan Syaiful mengamati bahwa warga binaan di Rutan Ruteng secara umum cenderung kondusif karena karakter mereka yang kooperatif dan mudah diatur.
Untuk menjaga kondusivitas, tindakan penertiban seperti razia rutin juga terus dilakukan demi menjamin keamanan dan mengantisipasi potensi gangguan dari dalam maupun luar.
Kolaborasi dan Dedikasi Petugas dalam Keterbatasan
Meskipun menghadapi tantangan yang tidak mudah, seperti keterbatasan personel penjagaan (213 warga binaan yang hanya dijaga oleh lima orang petugas), Rutan Ruteng menerapkan strategi yang adaptif dan inovatif.
"Strategi kami adalah melibatkan semua pegawai dalam upaya penjagaan," jelas Karutan Syaiful.
Ini mencakup penambahan shift jaga dan penempatan personel di titik-titik strategis untuk memastikan pengawasan yang optimal.
Kendati memiliki keterbatasan, para petugas di Rutan Ruteng tetap menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi, bekerja maksimal dan profesional demi keamanan dan keberhasilan pembinaan warga binaan.
Di akhir penjelasannya, Karutan Saiful Buchori menyampaikan pesan penting yang melibatkan seluruh elemen masyarakat
Masyarakat adalah pilar terpenting dan menjadi bagian integral dari upaya sinergi dan kolaborasi, bersama dengan negara dan petugas rutan.
Semua pihak harus bekerja sama untuk mewujudkan pemberdayaan bagi warga binaan, agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan dapat memberikan kontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Harapan saya kepada masyarakat, ini merupakan tugas kita bersama. Keterlibatan masyarakat sebagai bagian integral dari proses kolaborasi ini sangat diharapkan demi membentuk karakter dari warga binaan yang lebih baik," tutupnya.