Ia juga menambahkan bahwa siswa-siswa SMAN 5 Poco Ranaka berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Tahun ini, tujuh siswa lolos seleksi olimpiade mata pelajaran tingkat provinsi.
“Mereka berprestasi bukan karena fasilitas, tapi karena semangat. Bayangkan jika mereka mendapat dukungan yang layak,” katanya.
Ketua OSIS Minta Ruang UKS dan Dukungan Kegiatan
Dalam dialog, Ketua OSIS SMAN 5 Poco Ranaka, Regina, juga menyampaikan harapan sederhana namun penting.
“Kami ingin ada ruang UKS. Kalau ada siswa sakit, kami bingung harus baringkan di mana. Kami juga butuh dukungan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Semoga dari sini ada perubahan,” pintanya.
Program MBG Tak Jalan, Yohanes Minta Audit
Salah satu sorotan tajam dari Yohanes Rumat adalah soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga pertengahan tahun belum dirasakan oleh sekolah-sekolah seperti SMAN 5 Poco Ranaka.
“Kalau ini dana pusat, kenapa belum jalan? Uangnya di mana? Vendor sudah siapkan, anak-anak menunggu. Ini harus diaudit. Kalau tidak transparan, saya akan minta pembahasan di dewan,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkab Manggarai Genjot Wae Naong Jadi Pusat Pertanian Unggulan
Seruan untuk Perubahan
Kegiatan reses ditutup dengan penyerahan bantuan simbolis berupa 100 sak semen, kostum bola voli dan bola kaki, serta bola dan net kepada pihak sekolah.
Namun lebih dari itu, Yohanes menegaskan bahwa bantuan kecil ini hanyalah awal dari perjuangan yang lebih besar di ruang anggaran dan pengawasan.
“Pendidikan NTT harus direformasi. Kita butuh keberpihakan yang nyata, bukan retorika. Guru harus dihargai, siswa harus didukung, dan sekolah tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Suara dari Poco Ranaka hari ini akan saya bawa sampai ke ruang-ruang dewan,” pungkasnya.