daerah

Kualitas Proyek Jalan Nasional di NTT Terus Disoroti, Kinerja Kerja BPJN NTT Dipertanyakan

Senin, 11 Agustus 2025 | 08:52 WIB
Yance Janggat, SH (Foto: Dok. Istimewa)

Lebih lanjut Yance Janggat, SH menegaskan kalau 

PPK dan BPJN, HARUS BERTANGGUNG JAWAB. 

Komentar warga lainnya

Dalam rilis pers yang diterima redaksi pada Sabtu (9/8/2025), seorang warga asal Manggarai berinisial HS, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kontraktor yang menangani proyek tersebut. HS menduga adanya skandal korupsi terkait pelaksanaan proyek-proyek pada tahun anggaran 2024 yang diduga banyak laporan fiktif. 

Yang dimaksud adalah proyek yang dikerja PT. AKAS asal Surabaya. 

Jalur langkas Manggara Barat, NTT

Baca Juga: Dikonfirmasi Soal Kualitas Jalan Nasional Labuan Bajo-Kota Ruteng,Santoso Bos PT Akas Blokir Nomor Ponsel Jurnalis

Lebih lanjut, HS mengungkapkan adanya indikasi bahwa beberapa proyek di bawah Satuan Kerja (Satker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepemimpinan Agustinus Junianto, S.T., M.T, juga banyak bermasalah. Ia mendesak agar Kementerian PUPR mengevaluasi dan mencopot pejabat yang terlibat apabila terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Dia berharap agar penegak hukum benar-benar serius menuntaskan dugaan kasus korupsi ini dan tidak membiarkan proyek-proyek pembangunan menjadi ladang penyimpangan yang merugikan rakyat dan uang Negara. 

"NTT diduga sebagai ladang korupsi para Elite. Saya bisa pastikan itu kalau penyelidikan berjalan asal APH punya taring," Tegasnya  

Desakan KOMPAK Indonesia 

Ketua Umum KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa. (Foto: Dok. Istimewa)

Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) untuk segera memeriksa mantan kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT) Agustinus Junianto, S.T., M.T, terkait dugaan praktik KKN. 

Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum KOMPAK NTT, Gabriel Goa dalam keteranganya yang diterima redaksi, Rabu (6/8/2025).

Menurut Gabriel Goa, fakta membuktikan bahwa BPJN NTT(Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur) mewajibkan semua rekanan yg berkontrak di BPJN untuk menggunakan laboratorium milik BPJN untuk menguji mutu semua material yg dipakai untuk proyek fisik jalan dan jembatan.

Halaman:

Tags

Terkini