daerah

Humanis, Pemerintah NTT Sambut Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Dengan Dialog Terbuka

Senin, 1 September 2025 | 20:28 WIB
Pemprov NTT saat berdialog secara terbuka dengan masa aksi Mahasiswa dan masyarakat (Foto: Humas setda Prov NTT)

Aspirasi terkait kasus hukum, termasuk yang menimpa saudara Affan Kurniawan - pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi di Jakarta, menjadi perhatian khusus. Pemerintah berjanji mengawal proses bersama kepolisian dan aparat hukum agar berjalan transparan, adil, dan sesuai koridor aturan.

Soal proyek geotermal yang menuai polemik, Gubernur Melki menegaskan sikap pemerintah provinsi. Proyek yang sudah berjalan baik dan memberi manfaat akan diteruskan. Sebaliknya, proyek yang terbukti merusak lingkungan atau tidak berfungsi optimal akan dihentikan.

“Ini adalah program pemerintah pusat, tetapi sikap pemerintah provinsi jelas, yang baik kita dukung, yang bermasalah kita hentikan,” tegasnya.

Baca Juga: Pasal Hilang, Peran SH Disembunyikan? Kuasa Hukum Gugat Dakwaan Jaksa dalam Sidang Pencabulan Reo

Persoalan TPPO juga menjadi agenda prioritas. Gubernur menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan proses pengiriman tenaga kerja asal NTT.

“Kita tidak boleh lagi mendengar ada anak-anak kita yang kembali dengan kondisi buruk. Pemerintah akan bekerja keras bersama semua pihak untuk menekan praktik perdagangan orang secara serius. Kita pastikan agar mulai dari proses pengiriman tenaga kerja disiapkan dengan baik, agar tidak ada lagi masyarakat NTT yang pulang dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Beberapa tuntutan yang berkaitan dengan tunjangan maupun kebijakan lain masih menunggu keputusan pemerintah pusat dan partai politik. Namun, Pemprov NTT memastikan akan mengawal agar tuntutan tersebut mendapat perhatian dan tindak lanjut konkret.

Baca Juga: Darah Ojol Tumpah di Jalanan, PMKRI Ruteng Tuding Polri Lahirkan Bandit Berseragam

Dialog terbuka ini berlangsung dalam suasana kondusif. Para pimpinan pemerintah dan DPRD duduk sejajar bersama elemen masyarakat, mendengarkan secara langsung setiap aspirasi yang disampaikan. Hal ini, menurut Gubernur Melki, menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir bersama rakyat dan tidak menutup diri dari kritik, saran dan masukan.

“Kehadiran Forkopimda dan pemuka agama hari ini menegaskan bahwa perjuangan aspirasi ini bukan milik satu kelompok, tetapi milik kita semua. Pemerintah ada bersama rakyat untuk mencari jalan terbaik,” ujarnya.

Suasana penuh kebersamaan ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan demokrasi dan partisipasi publik di NTT. Pemerintah menjamin terbukanya ruang-ruang dialog. Aksi dan doa damai bersama yang sudah dilakukan tidak membatasi suara kritis masyarakat. Dengan komitmen bersama, aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti di jalanan, tetapi akan masuk ke ruang-ruang pengambilan keputusan demi terwujudnya keadilan, kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik bagi NTT.

Pertemuan diakhiri dengan pernyataan komitmen semua pihak untuk mengawal aspirasi yang telah diserukan. Setelah menyanyikan lagu Padamu Negeri bersama, massa aksi pun membubarkan diri dengan tertib.

 

Halaman:

Tags

Terkini