daerah

Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Ende Rp2.1 Miliar, Nama Fransiskus Taso Disebut Berperan Besar

Selasa, 25 November 2025 | 10:13 WIB
Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kabupaten Ende dan pihak RSUD Ende, Plh Sekda Ende dan sejumlah OPD di ruang sidang komisi gabungan Kantor DPRD Kabupaten Ende, Rabu, 24 Juli 2024 yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Ende, Feri Taso. (Foto: POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO)

Hal ini disampaikan Kanisius Pato kepada wartawan pada Minggu (28/1/24) saat konfirmasi dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus dana hibah KONI Ende Rp2,1 Miliar.

"Yang paling bertanggungjawab ya pasti Ketuanya
(Feri Taso). Saya sampaikan ke dia, ke Feri
karena kebetulan kami dua teman akrab. Setelah
saya diperiksa, dia telpon. Saya bilang (ke Feri
Taso) saya jujur sampaikan apa adanya,
bahwa hal ini (kasus dugaan korupsi dana hibah
KONI Ende Rp2,1 Miliar) di kamu dorang. Kami
tidak tahu-menahu ini" ujar Kanis Poto seperti dikutip jejakhukumindonesia.com

Baca Juga: Dugaan Suap di Tubuh Polres Ende pada Kasus Dana Hibah Rp2.1 Miliar Mulai Mencuat ke Publik, Kapolda NTT Diminta Bergerak Cepat

Terkait penyaluran dan pengelolaan dana hibah KONI Ende Rp2,1 Miliar itu Kanis Pato menyebut beberapa nama, diantaranya ; Feri Taso (Ketua DPRD ENDE), Ketua Askab PSSI Ende, Sabri Indradewa (anggota DPRD Ende dari PDI Perjuangan), dan Yulius Cesar Nonga alias Yoram selaku Bendaha KONI.

"Mereka itu termasuk Sabri (Sabri Indradewa,
Anggota DPRD Ende dari Partai PDIP) dan pak
Yoram (Anggota DPRD Ende dari Partai PKB).
Bukan memberatkan Feri, tetapi kondisi faktualnya
memang begitu. Mereka sama-sama anggota
dewan. Jadi mau memberatkan kau (Feri Taso) bagaimana? Kecuali rapat atau rapat abis kau
panggil kami, mungkin kita bisa bela sedikit. Ini
tidak sama sekali (libatkan)" beber Kanis

Dugaan pencatutan nama dalam dugaan Mega korupsi dana Hibah KONI Kabupaten ENDE yang dipimpin Fery Tasi

Kanis Poto mengaku, dirinya baru tahu bahwa ada
dana ke KONI Ende Rp2,1 Miliar setelah kasusnya
mencuat ke publik dan diselidiki penyidik Polres
Ende. la juga mengaku dirinya turut dipanggil dan
diperiksa penyidik Reskrim Polres Ende dalam
kapasitasnya sebagai pengurus KONI Ende.
Namun kepada penyidik Reskrim Polres Ende ia menjelaskan apa adanya. Bahwa benar dirinya ditunjuk sebagai Ketua 2 KONI Ende, tetapi tidak pernah diberi SK. Justru SK-nya sebagai Ketua 2 KONI Ende baru ia ketahui saat ditunjukkan oleh penyidik.

"'Saya mengakuinya seperti itu. Sedangkan dalam
proses-proses mereka rapat, tentukan kebijakan-
kebijakan organisasi KONI itu kami tidak tahu.
Tidak pernah satu kalipun diundang rapat
pengurus atau rapat apa saja tentang KONI, kami
tidak pernah tahu. Kami tiga orang yang diperiksa
itu mengakunya sama, kami tidak tahu," tegasnya

Kini kasus dugaan korupsi dana KONI Ende masih juga belum selesai. Masyarakat Kabupaten Ende menyebut bahwa pihak polres kabupaten Ende tidak serius dalam menangani kasus KONI yang menelan anggaran sebesar Rp2.1 miliar.

Masyarakat kota Ende menuding dan kuat dugaan ada oknum petinggi polres Ende yang terlibat dalam permainan anggaran dana KONI Ende yang mengabiskan uang Negara tanpa ada laporan jelas sebesar Rp2.1 miliar itu.

Pihak polres Kabupaten Ende juga dituding menyembunyikan hasil audit BPK-RI dengan alasan agar kasus tersebut mengendap lalu menghilang.

"Pihak Polres Ende hanya beralasan dan menyembunyikan hasil audit BPK-RI. Ini hanya permainan para elit dan hanya alasan saja supaya kasus tetap mengendap sehingga lama untuk memastikan kepastian hukum," Ujarnya

Baca Juga: Kompak Indonesia Minta Kapolda NTT Ambil Alih Perkara KONI Ende, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2.1 Miliar

Yosef Badeoda, Ketua KONI terpilih periode 2025-2029 kabupaten Ende saat diwawancarai Media ini pada jumat (14/10) menegaskan, kalau Musda KONI Ende baru-baru lalu merekomendasikan pemeriksaan Inspektorat terkait dengan penggunaan anggaran hibah sebesar Rp2.1 Miliar.

"Musda KONI Ende baru2 lalu merekomendasikan pemeriksaan inspektorat terkait dengan penggunaan anggaran hibah utk KONI dari Pemda Ende dalam kepengurusan KONI yang lama. Sekarang lagi diperiksa oleh inspektorat," Tulis Yosef, merespon pesan wawancara yang dikirim Media ini

Halaman:

Tags

Terkini