3. Aktivasi Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Provinsi, Kabupaten dan Kota selama 24/7 sampai dengan akhir musim hujan.
4. Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di Provinsi, Kabupaten/Kota tersedia dan dapat diakses dengan cepat untuk penanganan darurat bencana. Menyiapkan buffer stok logistik guna pemenuhan kebutuhan dasar saat darurat bencana, terutama di wilayah berpotensi terputus akses.
5. Melakukan identifikasi ulang titik-titik rawan banjir, longsor, dan wilayah berpotensi terisolasi. Menyiapkan peralatan darurat, termasuk alat berat di titik-titik rawan longsor untuk percepatan pembukaan akses jika terjadi bencana.
6. Kesiapan Tim Reaksi Cepat (TRC) multi sektor di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk siaga penuh menghadapi potensi banjir dan longsor. Menggerakkan aparat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama turut menyampaikan informasi cuaca ekstrem serta mengoptimalkan rumah ibadah, gedung sekolah, dan fasilitas umum sebagai tempat evakuasi bila diperlukan.
Sementara untuk pengendalian mobilisasi masyarakat dan arus barang menjelang Nataru, Gubernur Melki Laka Lena menginstruksikan agar pihak KSOP, ASDP, dan Pelni betul-betul memastikan kelaikan kapal, kesiapan dermaga, serta penegakkan larangan over kapasitas.
“Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran keselamatan pelayaran, terutama saat cuaca ekstrem. Jangan sampai ada over kapasitas baik barang maupun penumpang”, tegasnya.
Juga untuk transportasi udara dan transportasi darat, beliau meminta agar pihak Angkasa Pura dan maskapai penerbangan memastikan alur pergerakan penumpang secara tertib, aman, dan mengantisipasi kepadatan. Dan khusus untuk Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT agar memetakan titik-titik rawan kemacetan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas.
Untuk layanan Kesehatan dan Keamanan, Melki juga memerintahkan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan tim medis siaga di bandara, pelabuhan, terminal, dan tempat keramaian. Sementara TNI dan Polri mengamankan jalur transportasi, rumah ibadah, tempat wisata, pasar, dan titik keramaian lainnya.
Terkait dengan Informasi Publik dan Komunikasi, Dinas Kominfo diminta untuk memastikan penyebaran informasi terpusat terkait cuaca ekstrem, status pelabuhan dan bandara, serta kondisi jalan. Informasi harus satu pintu, cepat, kredibel, dan tidak menimbulkan kepanikan.
“Tugas kita adalah memastikan bahwa seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur dapat merayakan Ibadah Natal dan Tahun Baru dengan aman dan tertib serta terlindungi dari ancaman bencana hidrometeorologi”, ujar Gubernur Melki.
Kepada seluruh masyarakat NTT, Melki Laka Lena mengajak untuk tetap waspada, tidak melakukan perjalanan saat cuaca buruk, dan selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah.