IDENUSANTARA.COM - Polemik media sosial yang melibatkan seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan konten kreator Facebook di Kabupaten Manggarai kian berbuntut panjang. Emiliana Helni secara resmi melaporkan Rosina Dewi beserta 18 akun Facebook lainnya ke Polres Manggarai, Rabu (21/1/2026).
Laporan itu diajukan atas dugaan pencemaran nama baik, penghinaan, perundungan (bullying), dan fitnah yang terjadi di ruang publik media sosial.
Baca Juga: Ganti Kepala Sekolah, SDK Kedindi Reo Dipatok Standar Mutu Pendidikan oleh Yayasan Sukma
Kasus ini menyedot perhatian publik karena menyeret martabat profesi guru serta memperlihatkan bagaimana percakapan digital dapat berubah menjadi serangan massal. Emiliana mengaku menjadi sasaran hinaan berlapis setelah unggahan tangkapan layar percakapan dirinya dengan Rosina Dewi disebarluaskan kembali disertai narasi yang dinilai provokatif.
Awal Mula: Pandangan Disiplin Sekolah
Persoalan bermula dari unggahan Emiliana Helni di Facebook pada Kamis, 15 Januari 2026. Dalam unggahan itu, Emiliana menyampaikan pendapatnya agar sekolah menerapkan sanksi yang lebih mendidik bagi siswa yang terlambat, bukan mengusir atau menggembok gerbang sekolah.
"Mungkin salah satu penyebab anak sekolah ngebut bawa kendaraan ke sekolah, krn takut gembok gerbang. Lebih baik kasi ganjaran push up ketimbang gembok gerbang. Di jalan huru-hara akirx nyawa melayang," tulis Emiliana.
Unggahan tersebut menuai hampir seribu komentar. Di antara komentar yang muncul, Rosina Dewi menuliskan tanggapan yang kemudian memicu ketegangan.
"Biar tidak terjadi huru hara, bangun cepat yah anak murid… Neka toko sobeng. Terjadinya huru hara kan karena kelalaian diri sendiri," tulis Rosina Dewi.
Dua kata "toko sobeng", yang dalam konteks lokal bermakna tidur yang terlalu pulas dan tidak kenal waktu, diakui Emiliana membuatnya tersinggung hingga membalas dengan nada keras.
Komentar Dihapus, Screenshot Disebar
Setelah adu komentar terjadi, komentar Rosina Dewi diketahui dihapus. Namun, sebelum itu, Rosina diduga telah mengambil tangkapan layar percakapan tersebut. Screenshot itu kemudian diunggah ulang ke akun Facebook miliknya, disertai caption bernada mengejek.
"Bu kalau memang ibu benar-benar guru yang sukses… kenapa sampai harus pake maki buk? … Sama-sama mbugek mese da ????????????," tulis Rosina Dewi dalam caption unggahannya.
Baca Juga: Antisipasi Kebijakan Baru, Yapersukma Pusat Latih Guru Yayasan Jadi Calon Kepala Sekolah
Unggahan ulang itu memantik gelombang komentar lanjutan dari warganet. Sejumlah akun ikut melontarkan hinaan yang menyasar pribadi dan profesi Emiliana sebagai guru. Emiliana menilai unggahan tersebut secara sadar membuka ruang perundungan massal.