daerah

Cerita Pilu Donatus Ruek di Gubuk Reyot yang Merindukan Kehadiran Pemerintah

Rabu, 18 Maret 2026 | 08:13 WIB
Donatus Ruek tinggal seorang diri di gubuk reyotnya (Foto:Edvon M)

 

Idenusantara.com-Bertahan hidup seorang diri di sebuah gubuk reyot dengan kondisi yang memprihatinkan kembali menjadi cerita yang sering ditemukan dibumi Manggarai Timur. Kisah hidup yang serba pilu itu dialami Donatus Ruek (58), warga Waerana, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.


Sudah puluhan tahun, Donatus bertahan hidup seorang diri di sebuah gubuk kecil nan sederhana yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Gubuk reyot yang menjadi tempat tinggal Donatus terpantau jauh dari kata layak huni. Gubuk bambu sederhana itu ditopang tiang kayu berdindingkan pelupuh bambu yang terlihat sudah lapuk termakan rayap dan usia.Juga seng bekas yang berkarat penutup atapnya yang sebagian telah berkarat dan bocor ketika hujan turun.

Baca Juga: Pj Kades Rai Buka Fakta: Tuduhan Penyelewengan Dana Desa Dinilai Tak Berdasar

Termakan usia hingga rumah itu terlihat miring dan rapuh. Di bagian dalam, lantai rumah masih menggunakan bambu dengan celah-celah yang memperlihatkan sinar matahari masuk dari berbagai sisi. Perabot yang ada juga sangat terbatas terlihat seadanya, alat dapur sederhana, rak kayu, serta tungku tradisional untuk memasak.

Kondisi dapur sederhana milik Donatus Ruek

Kepada Media ini Donatus menceritakan bahwa bersama orang tuanya ia telah tinggal di tempat itu sejak masih kecil.Hingga setelah orang tuanya meninggal dunia, ia tetap memilih bertahan hidup di tempat tersebut.

“Saya tinggal di sini sejak kecil bersama orang tua sampai mereka meninggal. Dulu di sini masih ada perkampungan, tapi sebagian warga sudah pindah ke Kampung Kower. Saya saja yang memilih tetap tinggal di sini,” ujar Donatus dengan nada lirih pada Kamis (12/3/2026).

Walau di usianya yang tak muda lagi dengan kondisi kesehatannya yang mulai menurun namun Donatus harus menjalani hari-hari penuh keterpaksaan menyambung hidup seorang diri.

Baca Juga: Digarap oleh Kontraktor PT.ADHI KARYA, Proyek Irigasi di NTT Diduga Tak Sesuai KAK, Warga Minta Pertanggungjawaban PPK

Walau demikian, ia tidak memiliki pilihan lain selain tetap bertahan di gubuk kecil nan reyot itu, walaupun kondisinya semakin memprihatinkan.

“Tidak ada pilihan lain selain tinggal di sini. Kadang kalau angin kencang atapnya hampir roboh, dan kalau hujan air masuk dari mana-mana. Saya hanya bisa pasrah,” tuturnya.

Untuk diketahui Donatus merupakan anak dari lima bersaudara, terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Namun dua saudaranya telah meninggal dunia. Sementara saudara lainnya sudah berkeluarga dan tinggal di tempat berbeda, sehingga ia memilih menjalani hidup seorang diri.

 

Halaman:

Tags

Terkini