Korban mengatakan dirinya berusaha menjelaskan alasan pulang cepat sehari sebelumnya, namun kepala sekolah disebut tidak memberi kesempatan bicara.
"Saya mau menjelaskan, tapi dia bilang, 'diam kau, dengar saya!' sambil tunjuk saya," tuturnya.
Tak lama kemudian, menurut MGS, ES berdiri dari kursinya dan mendekat dengan nada tinggi yang membuat dirinya merasa takut dan terintimidasi.
"Saya perempuan sendiri. Saya takut. Makanya saya langsung lari keluar," katanya.
MGS juga mengaku kepala sekolah sempat membenturkan kepala ke arahnya. Namun bagian itu disebut tidak terekam jelas dalam video karena terhalang pintu ruangan.
Karena minim bukti visual terkait dugaan kontak fisik tersebut, MGS memilih melaporkan kasus penghinaan atas kata-kata kasar yang diucapkan ES di depan banyak orang.
"Yang jelas itu kata-kata penghinaan 'bo***' diucapkan berkali-kali di depan guru-guru dan banyak orang," ujarnya.
Ia mengaku kejadian tersebut membuat dirinya trauma dan takut kembali masuk sekolah.
"Saya sekarang takut ke sekolah lagi. Saya takut mendapat tekanan," kata MGS dengan nada sedih.
Pantauan media ini, laporan tersebut kini sedang ditangani Unit PPA Polres Manggarai untuk proses lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum berhasil menghubungi Kepala SMPN 5 Ruteng-Rai berinisial ES guna memperoleh keterangan dan klarifikasi terkait laporan tersebut. Media ini juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam pemberitaan ini.***