daerah

Tersentuh Kisah Prisilia, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko Kirim Bantuan: "Segera Bawa Bayi Ini ke Kupang"

Selasa, 7 Juli 2026 | 09:04 WIB
Tersentuh Kisah Prisilia, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko Kirim Bantuan: "Segera Bawa Bayi Ini ke Kupang" (Foto: Jhi. S)

Idenusantara.com-Tangis pecah setiap malam di rumah sederhana Marianus Sudirman dan Getrudis Jalkun di Kampung Rantang, Desa Haju Ngendong, Kec. Elar. Bukan karena lapar. Tapi karena mereka tak tega melihat putri mereka, Prisilia Chesa Mintra, menahan sakit.

Bayi yang lahir 15 Juni 2026 di RSUD Borong itu kini berusia 2 minggu. Sejak dalam kandungan, dokter sudah memvonis ada kelainan di kepala Prisilia.

Baca Juga: Mama Peluk Terus Biar Adik Tidak Sakit - Prisilia, Bayi 2 Minggu Berjuang Lawan Benjolan di Kepala, Orang Tua Pasrah Menanti Uluran Kasih

"Saya Hanya Bisa Peluk Dia Sambil Nangis, Pak"

Getrudis Jalkun menatap gendongannya dengan mata sembab. Di belakang kepala anaknya terdapat benjolan lunak ± 4.73 x 7.72 cm. Dokter mendiagnosis Susp Meningokel DD Meningoensefalokel - ada celah di tulang tengkorak sehingga cairan menumpuk.

"Setiap malam dia tidak bisa tidur. Rewel terus. Saya hanya bisa peluk dia sambil nyusuin dan nangis. Sakit sekali rasanya lihat anak sekecil ini menahan sakit," ujar Getrudis lirih.

"Saya tidak minta banyak. Saya hanya mau lihat Prisilia sembuh. Bisa tidur nyenyak seperti bayi lain. Bisa besar dan panggil saya 'Mama'. Itu saja sudah cukup," tambahnya dengan suara bergetar.

Baca Juga: Gold Eranya Berakhir ! Neymar Pensiun dari Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

"Saya Pasrah, Tapi Saya Mau Berjuang untuk Anak Saya"

Marianus Sudirman, ayah Prisilia, hanyalah seorang petani. Penghasilannya tidak menentu. Untuk makan sehari-hari saja sering pas-pasan.

Vonis dokter bahwa Prisilia harus segera dirujuk ke RS di Kupang untuk operasi membuat dunia Marianus runtuh.

"Saya ini siapa, Pak. Saya petani. Uang buat beli beras saja kadang tidak ada. Bagaimana saya mau bawa anak saya ke Kupang? Biaya mobil, kapal, tempat tinggal, obat, semua butuh uang," kata Marianus tercekat.

"Kami masuk Desil 1 Kemensos. Dapat bantuan PKH dan Sembako, tapi itu tidak cukup. Saya pasrah di hadapan Tuhan. Tapi sebagai bapak, saya mau berjuang untuk anak saya. Tolong bantu kami. Saya tidak mau anak saya kenapa-kenapa karena kami miskin," lanjutnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini