5. ISU BERAT YANG DIBONGKAR BUKU INI
Buku ini berani dan jujur. Beberapa isu yang diangkat:
1. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Kekerasan Seksual: Penulis mencatat mayoritas penghuni Lapas Ruteng dari Matim karena KDRT. Pelaku bahkan dari anak di bawah umur hingga lansia dan "orang penting".
2. KERA dan KENTUT: Fenomena Kenakalan Remaja dan Orang Tua. Muncul istilah "Nonya", "Nona", "Jamal", "Jakal".
3. Dampak Negatif Gadget: Menjadi candu, merusak mental dan rumah tangga. Ajakannya: "Jaga mulut, jaga hati, jaga pikiran dan jaga jari".
4. Kemiskinan Ekstrem: Matim disebut satu-satunya kabupaten dengan predikat Miskin Ekstrem di Flores. Penulis mengajak keluar dengan semangat "GEMPUR - GEJUR": Tekun, Ulet, Kreatif, Inovatif. "Dunia ini bukan untuk direnungkan saja, tetapi untuk digarap."
5. Kerusakan Ekologi: Mengutip _Laudato Si_ Paus Fransiskus. Mengajak kembali pada kearifan lokal Manggarai yang menghormati alam sebagai "ibu".
PENUTUP: AJAKAN UNTUK SEMUA
Sebagai penulis, Maria G. S. Ratna berharap buku ini menjadi bahan edukasi dan literasi untuk SD-SMA, masyarakat umum, pasangan baru, dan bahan katekese di KBG.
"Biarlah kita menjadi berkat bagi sesama, bukan Homo homini Lupus," pesannya.
Dengan restu Uskup Ruteng , Bupati Matim dan anggota DPR RI, "Merawat Ladang Kehidupan" bukan hanya buku. Ia adalah undangan untuk kita semua: untuk merawat iman, merawat sesama, dan merawat bumi.