GEMA FLOBAMORA MENYONGSONG 10 TAHUN BERDIRINYA: MERAWAT INGATAN, MENGGERAKKAN MASA DEPAN

photo author
REDAKSI, Ide Nusantara
- Selasa, 28 Juli 2026 | 11:57 WIB
GEMA FLOBAMORA MENYONGSONG 10 TAHUN BERDIRINYA: MERAWAT INGATAN, MENGGERAKKAN MASA DEPAN
GEMA FLOBAMORA MENYONGSONG 10 TAHUN BERDIRINYA: MERAWAT INGATAN, MENGGERAKKAN MASA DEPAN

 

Oleh: Martinus Laba Uung, Aktivis Sosial, Salah Satu Anggota Pendiri Gema Flobamora, Tinggal di Jakarta

Idenusantara.com-Sejarah tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari kegelisahan, harapan, dan tekad kolektif yang dirajut oleh orang-orang yang percaya bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Demikian pula dengan lahirnya GEMA FLOBAMORA: Gerakan Moral Masyarakat Flores Sumba Timor Rote Alor Lembata—sebuah organisasi yang tidak sekadar berdiri sebagai entitas formal, tetapi sebagai representasi dari denyut batin masyarakat Flobamora di perantauan.

Menjelang satu dekade perjalanannya pada 17 Agustus 2026, GEMA FLOBAMORA tidak hanya sedang merayakan usia, tetapi juga sedang merayakan ingatan, tentang bagaimana sebuah gagasan sederhana menjelma menjadi gerakan kolektif yang bermakna. Ia adalah refleksi dari semangat para pendiri yang berangkat dari kesadaran historis sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sekaligus sebagai anak-anak Flobamora yang tersebar di berbagai ruang kehidupan.

Awal mula gerakan ini tidak dapat dilepaskan dari konteks social dan keterpanggilan masing-masing hati warga diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di perkotaan, khususnya di Jabodetabek. Di tengah dinamika urbanisasi, fragmentasi sosial, dan tantangan identitas, lahir kebutuhan akan sebuah wadah yang mampu menyatukan, bukan hanya dalam arti geografis, tetapi juga dalam nilai, semangat, dan cita-cita. Maka pada tanggal 25 Mei 2016, benih organisasi ini mulai ditanam, dan dipertegas melalui momentum historis Rapat Pendirian pada 17 Agustus 2016—sebuah simbol yang sangat kuat karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Masuk 5 Besar Nasional! Cletus Beru Bawa Desa Wisata Umauta Harumkan Nama Sikka di Wonderful Indonesia Awards 2026

Pilihan tanggal tersebut bukanlah kebetulan, melainkan sebuah pernyataan sikap: bahwa GEMA FLOBAMORA hadir sebagai bagian dari perjuangan kebangsaan, memperkuat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dari titik itulah, langkah-langkah institusional mulai dibangun. Akta Pendirian Nomor 03 tertanggal 24 Oktober 2016 menjadi dasar hukum awal, yang kemudian diperkuat dengan pengesahan negara melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0008356.AH.01.07.TAHUN 2017 pada 22 Mei 2017.

Dengan demikian, GEMA FLOBAMORA adalah sebuah entitas sosial yang memiliki legalitas resmi dan terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Di balik legalitas formal tersebut, terdapat fondasi yang jauh lebih penting: komitmen moral para pendiri. Delapan belas tokoh yang tercatat dalam akta pendirian bukan hanya sekadar nama, melainkan representasi dari keberagaman Flobamora itu sendiri—Flores, Sumba, Timor, Rote, Alor, dan Lembata—yang melebur dalam satu semangat persaudaraan.

Mereka adalah: 1) Abraham Soei Ndoen, yang tercatat sebagai Ketua Umum pertama.2) Vernita Antoinette Mooy, 3) Yakobus Bouk, 4) Daniel Constantyn Adam, 5) Lydia Carina Dotulong, 6) Elsje Paulina, 7) Guntur Subagyo., 8) Ingrid Lydia Lopung, 9) Daniel Ignathius Talan, 10) Yupiter Marenos, 11) Selvy Gusye Febriana T., 12) Martinus Laba Uung, 13) Jonathan Tamonob, 14) Andrias Kapitan, 15) Ely Zadrak Kapitan, 16) Jimmy Jeftha Lesnussa, 17) Semuel Ayub Mathias Littik, 18) Zevrijn Boy Hendra Kanu.

Baca Juga: DPRD Manggarai Timur Soroti Pelayanan Publik: Atap Dukcapil Bocor Hingga Dugaan Pungli Terhadap Pasien

Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi: membangun masyarakat Flobamora yang bermartabat, mandiri, dan berdaya saing global. Selanjutnya, pada tanggal 1 April 2017, kepengurusan DPP GEMA FLOBAMORA pertama dilantik. Momentum ini menandai dimulainya kerja-kerja organisasi secara lebih terstruktur, terarah, dan berkesinambungan dalam mengemban amanah para pendiri. Banyak yang telah mereka lakukan untuk bersama-sama mendukung pembangunan Nusa Tenggara Timur.

Mari Doa Bersama Untuk Yang Berpulang

Di antara para pendiri yang tersebut diatas, ada beberapa tokoh yang kini telah berpulang. Kepergian mereka meninggalkan duka, tetapi juga meninggalkan warisan nilai, keteladanan, dan jejak pengabdian yang tidak boleh dilupakan. Justru karena itulah, momentum 10 tahun GEMA FLOBAMORA harus menjadi ruang untuk berhimpun kembali, mendoakan para sesama keluarga besar Flobamora yang telah berpulang, secara khusus para pendiri yang telah mendahului kita. Doa bersama bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga ikhtiar batin untuk menata kembali persaudaraan Flobamora agar semakin baik, semakin kuat, dan semakin bermakna bagi generasi yang akan datang. Semangat gotong royong menjadi simbol bahwa organisasi ini dibangun bukan oleh kekuatan kapital, tetapi oleh kekuatan semangat. Dari sinilah GEMA FLOBAMORA tumbuh sebagai wadah pemersatu, sarana pembinaan, sekaligus jembatan aspirasi bagi masyarakat NTT di perantauan.

GEMA FLOBAMORA dapat dipahami sebagai aktor masyarakat sipil (civil society) yang memainkan peran strategis dalam memperkuat jejaring sosial, meningkatkan partisipasi publik, serta menjembatani hubungan antara masyarakat dan negara. Fungsi-fungsi yang dijalankan—mulai dari kemitraan, pembinaan, pelayanan sosial, hingga pembangunan jaringan—menunjukkan bahwa organisasi ini tidak hanya berorientasi internal, tetapi juga eksternal, berkontribusi dalam pembangunan yang lebih luas. Selama hampir satu dekade, berbagai aktivitas telah menjadi bagian dari perjalanan GEMA FLOBAMORA: pengembangan sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, promosi budaya dan pariwisata, hingga advokasi sosial. Semua itu berpijak pada nilai-nilai dasar yang diwariskan oleh para pendiri: kesetiakawanan, gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air.
Kini, memasuki momentum 10 tahun, pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan hanya “apa yang telah dilakukan?”, tetapi juga “ke mana arah kita selanjutnya?”.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X