IDENUSANTARA.COM - Di usia ketika banyak orang memilih menikmati masa pensiun dengan rutinitas yang nyaman, seorang perempuan berusia 73 tahun justru melakukan hal yang tak lazim: ia sengaja menempatkan dirinya dalam situasi yang membuatnya terlihat "bodoh". Bukan karena tak mampu, melainkan karena ia percaya di situlah rahasia menjaga otak tetap muda dan tajam.
Perempuan bernama Martha Stewart itu memilih duduk di bangku kelas bahasa Italia bersama peserta yang usianya jauh lebih muda. Ia sering salah pengucapan, tertukar tata bahasa, bahkan beberapa kali menjadi bahan tawa ringan di kelas. Namun alih-alih merasa malu, Martha justru menikmati momen tersebut.
"Saya sengaja melakukan hal yang membuat saya tidak merasa pintar. Itu cara saya melatih otak," ujarnya.
Baginya, kenyamanan adalah musuh tersembunyi bagi ketajaman mental. Ketika seseorang terlalu lama berada dalam rutinitas yang sama, otak bekerja secara otomatis. Tidak ada tantangan baru, tidak ada kejutan, dan akhirnya tidak ada rangsangan yang cukup untuk membangun koneksi saraf baru.
Martha menyebut kebiasaannya itu sebagai "dosis kerendahan hati" mingguan.
Iamemaksa dirinya keluar dari zona nyaman, belajar bahasa baru, mencoba melukis, bahkan bermain gim bersama cucunya. Aktivitas-aktivitas tersebut membuatnya harus fokus, berpikir, dan beradaptasi. Proses itulah yang ia yakini menjaga fleksibilitas mentalnya tetap terasah.
Penelitian dalam bidang neurosains memang menunjukkan bahwa mempelajari keterampilan baru dapat merangsang pembentukan jalur saraf baru di otak. Otak manusia memiliki kemampuan neuroplastisitas, yakni kemampuan untuk berubah dan beradaptasi sepanjang hidup. Tantangan kognitif yang konsisten dapat membantu memperlambat penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Namun bagi Martha, manfaatnya bukan sekadar ilmiah. Ia merasakan sendiri dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku lebih mudah mengingat, lebih cepat memahami hal baru, dan merasa lebih percaya diri menghadapi perubahan.
Saya tidak takut terlihat tidak tahu. Justru di situlah saya belajar," katanya lagi.
Kisah Martha menjadi pengingat bahwa usia bukanlah batas untuk bertumbuh. Justru ketika banyak orang merasa sudah cukup tahu, keberanian untuk kembali menjadi "pemula" bisa menjadi kunci mempertahankan vitalitas mental.
Selin terus belajar, para ahli juga menyarankan menjaga interaksi sosial, rutin berolahraga, tidur cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan otak. Namun satu hal yang sering terlewat adalah keberanian untuk keluar dari pola lama.
Baca Juga: Tewasnya El Mencho Guncang Meksiko: Operasi Berdarah, Tekanan Trump, dan Ancaman Balas Dendam Kartel
Di tengah budaya yang sering menuntut kesempurnaan dan citra pintar, langkah Martha terasa kontras. Ia memilih menerima kesalahan, kebingungan, dan bahkan rasa malu sebagai bagian dari proses belajar. Dan justru dari sanalah, otaknya tetap bekerja aktif.
Artikel Terkait
Usai Terima Laporan Kenaikan, Mentan Amran Sidak Pasar, Harga Langsung Turun 15 Ribu
Geruduk Polres Manggarai, LSM LPPDM dan Keluarga Almarhumah Restiana Tija Tuntut Jawaban atas Kematian Misterius
Penyidik Polres Manggarai Segera Proses Laporan Dugaan Penyebaran Konten Asusila dan Pelanggaran Data Pribadi
Arief Eka Saputra Bidik UMKM Sekitar GSKBB Tembus Pasar Nasional
Disorot Soal Kontribusi, Tasya Kamila Buka 'Laporan’' Usai Delapan Tahun Studi di Luar Negeri
Jangan Sampai Terlewat, Catat Waktu Imsak dan Buka Puasa Hari ke-7 Ramadhan 1447 H!
Ramadan Jadi Ruang Kreatif: Staf Dinas di Kabupaten Solok Asah Keterampilan Sulaman Demi UMKM Naik Kelas