Idenusantara.com - Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terapi air putih juga dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Meski demikian, terapi ini tidak boleh dilakukan sembarangan, sebab kebiasaan minum air terlalu banyak juga dapat membahayakan kesehatan.
Air putih memiliki beragam fungsi penting bagi tubuh, seperti melancarkan pencernaan, mengendalikan suhu tubuh, dan membantu metabolisme di ginjal. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan dengan minum air putih sangat penting dilakukan.
Mengenal Terapi Air Putih Beserta Risikonya - Alodokter
Minum air putih umumnya harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, yaitu sekitar 2 liter atau setara dengan 8 gelas air putih setiap harinya. Namun, dalam pelaksanaan terapi air putih, air putih dikonsumsi dengan cara dan takaran yang cukup berbeda.
Mengenal Terapi Air Putih
Terapi air putih dilakukan dengan cara minum air saat bangun pagi, tepatnya ketika kondisi perut masih kosong. Cara ini diyakini dapat menjaga kesehatan usus dan melancarkan pencernaan.
Baca Juga: Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalani terapi air putih:
Gunakan air bersuhu normal atau hangat dan hindari minuman dingin.
Minumlah air dengan menggunakan gelas berukuran 160 ml, sebanyak 4–5 kali di pagi hari.
Hindari menggosok gigi setelah minum air.
Tunggu sekitar 45 menit sebelum sarapan atau mengonsumsi makanan apa pun.
Batasi durasi makan hanya selama 15 menit dan tunggu selama 2 jam sebelum mengonsumsi makanan lain.
Ketika pertama kali melakukan terapi air putih, Anda akan buang air kecil berkali-kali sampai tubuh mampu beradaptasi dengan peningkatan jumlah cairan.