Selain menjaga kesehatan usus dan saluran cerna, terapi air putih juga dapat mencegah berbagai penyakit, seperti dehidrasi, hipertensi, diabetes tipe 2, dan kanker.
Namun, di balik beragam manfaat kesehatan yang dapat diperoleh, terapi air putih juga berisiko menyebabkan keracunan atau intoksikasi.
Risiko Terapi Air Putih
Proses pengaturan dan pembuangan cairan di dalam tubuh diatur oleh ginjal. Normalnya, ginjal orang dewasa muda yang sehat dapat mengeluarkan ½ liter air dalam waktu 1 jam.
Namun, terlalu banyak mengonsumsi air dalam waktu singkat membuat ginjal harus bekerja lebih berat dalam mengolah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Seiring waktu, hal ini bisa menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal.
Tidak hanya itu, minum air terlalu banyak juga dapat menurunkan kadar sodium dalam darah, yang dapat memicu ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam sel tubuh. Akibatnya, terjadilah keracunan atau intoksikasi air.
Intoksikasi air merupakan kondisi ketika kadar garam atau sodium dalam darah turun secara drastis mencapai level yang terlalu rendah akibat terlalu banyak minum air dalam waktu singkat.