Idenusantara.com-Mengejutkan dunia, dimana para ilmuwan menemukan dunia yang hilang di wilayah RI tepatnya di Sumba.Sumba disebut sebagai dunia yang hilang oleh para ilmuwan dunia. Para ahli mengatakan pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu merupakan rumah bagi berbagai hewan raksasa yang sebagian besar telah punah.
Adapun hewan-hewan tersebut antara lain seperti; gajah mini, spesies tikus, kadal raksasa, hingga spesies komodo. Fakta ini dibeberkan para ilmuwan dalam jurnal berjudul 'Proceedings of the Royal Society B'.
Baca Juga: Ketahui Dari Mana Sumber Pendanaan Koperasi Desa Merah Putih
Laporan fakta ini merujuk pada penemuan fosil dari hewan-hewan tersebut. Laporan itu menyebutkan bahwa fosil beragam spesies tersebut hidup di pulau Sumba sekitar 12.000 tahun yang lalu, seperti dikutip dari Mongabay, pada Rabu (14/5/2025).
Laporan itu mendapati temuan serius yang memungkinkan bahwa hewan-hewan langka dulu awalnya hidup di wilayah pulau Sumba. Hal ini semakin meyakinkan ketika ditemukannya fosil komodo yang saat ini hanya bermukim di Pulau Komodo, Flores, NTT.
Baca Juga: Timnas Brasil Resmi Miliki Pelatih Baru Targetkan Juara Piala Dunia 2026
Berdasarkan hal inilah yang memancing asumsi publik bahwa hewan yang kini termasuk langka itu sebenarnya berasal dari Sumba.
Permulaan ekspedisi untuk meneliti hewan-hewan punah ini berlangsung dari 2011 hingga 2014. Tim peneliti berasal dari Zoological Society of London (ZSL).
Mereka mengoleksi fosil dari Sumba, sebagai bagian dari kepulauan yang dulu dinamai 'Wallacea'. Area ini berasal dari biologis Alfred Russel Wallacea yang pertama kali memberikan batasan wilayah berdasarkan penyebaran spesies hewan di Indonesia pada abad ke-19.
Adapun wilayah yang termasuk di dalam wilayah Wallacea yakni Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Pada tahun 2004 wilayah Wallacea mendulang popularitas , ketika kelompok arkeologi mempublishkan fosil makhluk punah yang dinamai 'hobbit' atau Homo Floresiensis. Makhluk ini ditemukan di Flores, bagian utara dari Sumba tepatnya di Manggarai, Flores.
"Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia," ungkap Samuel Turvey, anggota peneliti di ZSL.
Para ilmuwan berharap penelitian lebih lanjut di Sumba bisa dilakukan untuk mendapatkan pencerahan soal evolusi spesies di area tersebut.