Idenusantara.com-Di tengah ganasnya gelombang laut dan minimnya fasilitas medis, lahir sebuah kisah kemanusiaan yang menggetarkan hati.
Nama Theresa Arias Viviyanti mendadak viral setelah berani memimpin persalinan darurat seorang ibu di atas KM Dharma Rucitra VII yang sedang berlayar dari Surabaya menuju Maumere.
Tanpa ruang operasi. Tanpa alat medis lengkap. Bahkan tanpa sinyal telepon karena kapal berada di tengah laut. Tapi Theresa memilih tetap maju demi menyelamatkan dua nyawa.
Detik-detik Menegangkan di Ruang Medis Kapal
Cerita itu ia utarakan saat diwawancara oleh media ini, pada Jumat (22/05/2026).
Awalnya, Theresa dipanggil panik oleh kernet ekspedisi karena ada penumpang hendak melahirkan. Sesampainya di ruang medis, ia mendapati seorang petugas kesehatan laki-laki sudah ada di lokasi, tapi terlihat gugup menghadapi situasi darurat.
Saat memeriksa, Theresa kaget. Tekanan darah ibu hamil itu mencapai 160 mmHg sangat tinggi. Pasien juga mengaku punya riwayat darah tinggi dan baru sekali periksa kehamilan.
“Di situ saya mulai bingung. Ini sudah masuk kategori risiko tinggi. Kalau di puskesmas, pasien seperti ini harusnya dirujuk ke rumah sakit,” kata Theresa.
Baca Juga: Pilu Maria, Bocah 3 Tahun Asal Manggarai Timur: Kepalanya Terus Membesar, Orangtua Hampir Menyerah
Tapi kapal sedang di tengah laut. Tidak ada pilihan untuk merujuk.
Berjuang dengan Peralatan Seadanya
Kondisi semakin sulit karena sang ibu terus berteriak kesakitan dan panik. Tenaganya terkuras karena sejak awal sudah mengedan tanpa henti.