Kabar Gembira Bagi Petani se-Indonesia Pertama Kali Dalam Sejarah, Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20 Persen

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:57 WIB
Mentan Amran saat Konferensi Pers dikantornya (Foto: Dok. Kementan RI)
Mentan Amran saat Konferensi Pers dikantornya (Foto: Dok. Kementan RI)

Amran menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya tentang penurunan harga, tetapi juga bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani.

Dengan langkah strategis ini, pemerintah ingin memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Baca Juga: Gubernur NTT Dorong Penyediaan Kawasan Ekonomi Khusus di Wilayah Perbatasan NTT


Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali Dalam Sejarah

Harga Pupuk Resmi Turun 20 %
Harga Pupuk Resmi Turun 20 %

Untuk pertama kalinya dalam sejarah program pupuk bersubsidi, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen

Penurunan harga ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis , Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.

Penurunan ini meliputi seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, yaitu urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 per kilogram menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram.

Baca Juga: Tahanan Kasus Pencurian di Ruteng Diduga Terlibat Jaringan Narkoba

Kebijakan ini langsung dirasakan oleh lebih dari 155 juta penerima manfaat yang terdiri dari petani dan keluarganya di seluruh Indonesia.

Mentan Amran menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan pelaksanaan langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketersediaan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani.

“Ini adalah terobosan Bapak Presiden, tonggak sejarah revitalisasi sektor pupuk. Bapak Presiden Prabowo memerintahkan agar pupuk harus sampai ke petani dengan harga terjangkau. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran. Kami langsung menindaklanjuti dengan langkah konkret: merevitalisasi industri, memangkas rantai distribusi, dan menurunkan harga 20 persen tanpa menambah subsidi APBN,” ujar Mentan Amran di Jakarta, pada Rabu (22/10/2025).

Baca Juga: Fermin Cetak Hattrick, Barcelona Pesta Gol Saat Menjamu Olympiacos

Ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) bergerak cepat mengeksekusi perintah Presiden melalui pembenahan menyeluruh tata kelola pupuk bersubsidi. Mulai dari deregulasi distribusi langsung dari pabrik ke petani, penyederhanaan proses penyaluran, hingga pengetatan pengawasan dari hulu ke hilir.

“Kita merevitalisasi sektor pupuk karena pupuk adalah darah pertanian. Tanpa pupuk kita tidak bisa berproduksi. Ini langkah cepat pemerintah untuk menolong petani, meningkatkan produksi pangan, dan memastikan tidak ada lagi kelangkaan pupuk di lapangan,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X