Konsisten Menjaga dan Mengembangkan Musik Tradisional Manggarai Selama Puluhan Tahun, Felix Edon Raih Penghargaan AKI 2025

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 06:35 WIB
Felix Edon saat menerima penghargaan  dari Fadli Zon Menteri Kebudayaan RI dalam AKI 2025 (Foto: Screenshoot Youtube Kemenbud)
Felix Edon saat menerima penghargaan dari Fadli Zon Menteri Kebudayaan RI dalam AKI 2025 (Foto: Screenshoot Youtube Kemenbud)

Felix Edon: Kebudayaan Sebagai Napas Kehidupan

Felix Edon menegaskan bahwa tetap berkesenian merupakan upaya nyata untuk menjaga keberlanjutan kebudayaan daerah. Upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menjamin perlindungan dan pengembangan kebudayaan nasional.

Menurutnya, capaian tersebut bukanlah keberhasilan personal, melainkan capaian seluruh masyarakat Manggarai Raya, dari Wae Mokel hingga Selat Sape. Ia menyampaikan bahwa di kampung-kampung dan komunitas, banyak masyarakat yang tetap setia menjaga dan melestarikan budaya dengan caranya masing-masing, meskipun tidak selalu mendapat perhatian media.

"Capaian istimewa dan berharga ini adalah Capaian seluruh masyarakat Manggarai Raya, awon Wae Mokel salen Selat Sape.
Apa yang Saya buat adalah memberi contoh untuk tetap konsisten dan menjadikan Kebudayaan sebagai Napas Kehidupan," ungkapnya.

Baca Juga: Tak Tercantum dalam RAB, Penggunaan Pipa Bekas di Proyek Air Bersih Desa Buar Disoal Warga

Dijelaskannya, pengharagaan yang diterima ini merupakan cerita dan kisah panjang yang sudah dilalui selama puluhan tahun.

"Rentang perjalanan berkarya sejak tahun 1987 hingga saat ini menjadi bukti kesetiaan dan kecintaan terhadap seni budaya tradisional Manggarai. Anugerah yang diterima dipandang sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya, "jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa di kampung - kampung dan komunitas begitu banyak orang yang tetap menjaga dan merawat bahkan melestarikan budaya dengan caranya, yang tidak dilihat media.

Dalam kesempatan tersebut, Felix Edon juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga, sahabat, serta seluruh masyarakat Manggarai yang telah memberikan dukungan moral dan semangat, baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti melalui livestreaming YouTube Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

"Untuk itu dari hati yang paling dalam saya mengucapkanTerpujilah Tuhan Langit dan Bumi dan para leluhur yang telah menciptakan dan mewariskan kebudayaan yang mulia dari generasi ke generasi. Terima kasih banyak Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.Terima kasih Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.Terima kasih Pemerintah Daerah Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Terima kasih Dinas Pendidikan Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.Terima kasih banyak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.Terima kasih Balai Pelestaria Nilai Budaya Bali.Terima kasih Balai Pelestarian Kebudayaan Wil. XVI NTT.Terima kasih Gentra Lestari Budaya Indonesia.Terima kasih BPOLBF.Terima kasih banyak Sanggar WelaRana Ruteng, WelaRana Komodo dan WelaRana Borong.Terima kasih Yayasan Pendidikan Astra Indonesia dan sekolah-sekolah Binaan di Borong Manggarai Timur.Terima kasih banyak keluargaku dan Keluarga Besarku.Terima kasih semua orang dan semua Pihak yang dengan caranya telah bergerak bersama dalam Menjaga Budaya Manggarai," ucap Felix Edon.

Baca Juga: Kejati Teken MoU Bersama Gubernur dan Seluruh Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-NTT

Felix Edon: Pelestarian Budaya Bukan Kerja Sesaat, Melainkan Komitmen Seumur Hidup

Felix Edon dikenal sebagai komposer, pendidik, dan penggerak seni tradisi. Sejak akhir 1980-an, ia menempuh perjalanan panjang dalam dunia kebudayaan, tidak hanya mencipta karya, tetapi juga membina generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Baginya, pelestarian budaya bukan kerja sesaat, melainkan komitmen seumur hidup.

Salah satu kontribusi penting Felix Edon adalah pelestarian Cakatinding, alat musik bambu khas Manggarai yang dahulu dimainkan para petani di kebun. Instrumen ini berkembang melalui sentuhan kreativitas tanpa kehilangan identitas dasarnya, hingga akhirnya mendapat pengakuan negara sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pengakuan ini menegaskan bahwa kebudayaan lokal memiliki nilai tinggi dan layak dijaga bersama.

Melalui Sanggar Budaya Wela Rana, Felix membangun ruang belajar seni bagi anak-anak dan generasi muda. Musik, tari, dan tradisi diajarkan bukan sekadar sebagai keterampilan, tetapi sebagai sarana membentuk karakter, etika, dan identitas. Sanggar ini menjadi bukti bahwa tradisi dapat hidup, tumbuh, dan relevan dengan zaman.

Dalam pernyataannya, Felix Edon menegaskan bahwa tetap berkesenian adalah upaya untuk merawat, menjaga, dan melestarikan kebudayaan daerah, karena negara melindunginya melalui Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Ia menekankan bahwa capaian ini bukan milik pribadi, melainkan milik seluruh masyarakat Manggarai Raya, dari pegunungan hingga pesisir Selat Sape.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X