Lanjutnya, dengan rentang waktu berkarya sejak 1987 hingga kini adalah masa-masa yang mengukur kesetiaan dan kecintaan saya dan kita semua terhadap seni budaya tradisional Manggarai secara bersama.
Dengan semangat kebersamaan, ia menegaskan pesan utama bahwa “Cinta Budaya adalah Cinta Kehidupan.”Selanjutnya Piagam Penghargaan tersebut jelas Felix Edon sore ini disimpan di Sanggar Wela Rana.
"Dan inilah saat yang tepat kita memperoleh Anugerah yang akan menjadi Beban Bersama dalam Merawat Menjaga dan Melestarikan Budaya ke generasi kita berikutnya.
Dengan semangat bersama CINTA BUDAYA' CINTA KEHIDUPAN," tuturnya.
Di tengah arus modernisasi, kisah Felix Edon menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan tradisi. Justru, kebudayaan yang dirawat dengan kesadaran dan cinta dapat menjadi fondasi kuat bagi kehidupan dan identitas bangsa.
Baca Juga: Tutup Turnamen Ben Mboy Memorial Cup, Gubernur Melki : Voli NTT Makin Berkembang
Daftar Penerima Penghargaan AKI 2025:
Kategori Media (3 Penerima)
1. Rumah Sri Ksetra (Nopri Ismi) - Palembang, Sumatera Selatan
Bidang: Multimedia
2. Jaya Baya (K. Sudirman, S.H.) - Surabaya, Jawa Timur
Bidang: Media Cetak Berbahasa Jawa
3. JTV (Rina Prabawati) - Surabaya, Jawa Timur
Bidang: Industri Televisi Lokal
Kategori Anak (3 Penerima)
1. Aliya Sakina Murdoko - Malang, Jawa Timur
Bidang: Seni Rupa
2. Adhyastha Swarna P. M. - Surakarta, Jawa Tengah
Bidang: Seni Pedalangan
3. Janessa Shanne Putri - Depok, Jawa Barat
Bidang: Seni Suara
Kategori Masyarakat Adat (5 Penerima)
1. Baris Sitanggang - Samosir, Sumatera Utara
Komunitas Adat: Bius Sitolu Hae Horbo Salaon
2. Sutomo - Probolinggo, Jawa Timur
Komunitas Adat: Masyarakat Adat Tengger
3. Eko Warnoto - Pasuruan, Jawa Timur
Komunitas Adat: Masyarakat Adat Tengger
4. Bambang Sutrisno - Bojonegoro, Jawa Timur
Komunitas Adat: Masyarakat Samin Sedulur Sikep
5. Usif (Raja) Namah Benu - Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
Komunitas Adat: Komunitas Adat Boti
Kategori Sastra (3 Penerima)
1. Godi Suwarna - Ciamis, Jawa Barat
Bidang: Sastra
2. Sutardji Calzoum Bachri - Indragiri Hulu, Riau
Bidang: Penyair
3. D. Zawawi Imron - Sumenep, Jawa Timur
Bidang: Penyair dan Budayawan Madura
Kategori Pelopor dan/atau Pembaru (7 Penerima)
1. Muhammad Ridwan Alimuddin - Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Bidang: Pembuatan Perahu Mandar
2. Didin Ahmad Zaenudin - Lamongan, Jawa Timur
Bidang: Pegiat Aksara Nusantara
3. Mustafa Mansur, S.S., M.Hum. - Ternate, Maluku Utara
Bidang: Dokumentasi Loloda
4. Moch. Awam Prakoso - Tangerang Selatan, Banten
Bidang: Dongeng Anak
5. Yusri Saleh - Banda Aceh, Aceh
Bidang: Kreasi Tari Ratoh Jaroe
6. Agus Dermawan Tantono - Daerah Istimewa Yogyakarta
Bidang: Kurator dan Kritikus Seni Rupa
7. Kampung Seni Tegal - Kota Tegal, Jawa Tengah
Bidang: Seni Budaya
Kategori Pelestari (5 Penerima)
1. Uswatun Hasanah - Tuban, Jawa Timur
Bidang: Batik Tulis dan Tenun Gedog
2. Ika Arista - Sumenep, Jawa Timur
Bidang: Pengetahuan Tradisional Keris
3. Felix Edon - Manggarai, Nusa Tenggara Timur
Bidang: Musik Tradisional Manggarai
4. Yohana - Sekadau, Kalimantan Barat
Bidang: Tenun Kebat Dayak Mualang
5. Iswati Fersida - Palembang, Sumatera Selatan
Bidang: Musik Keroncong
Kategori Maestro Seni Tradisi (5 Penerima)
1. Tobani Rinyo Tiku - Sigi, Sulawesi Tengah
Bidang: Kerajinan Kain Kulit Kayu
2. Siti Rahela - Tebo, Jambi
Bidang: Seni Tari Tradisi klik Lang
3. B. Blawing Belareq - Mahakam Ulu, Kalimantan Timur
Bidang: Budaya Adat Suku Long Gelit dan Bahau Busang
4. M. Din - Aceh Tengah, Aceh
Bidang: Seni Didong Gayo
5. Sangkeh - Pangandaran, Jawa Barat
Bidang: Seni Tembang Wawacan
Apresiasi Khusus Menteri Kebudayaan Satya Budaya Narendra (7 Penerima):
1. Jaya Suprana
2. Pieter F. Gontha
3. I Nyoman Wenten
4. Sunaryo Soetono
5. Elvy Sukaesih
6. Ary Ginanjar
7. Anhar Gonggong