IDENUSANTARA.COM - Mengusung kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan, Bupati Manggarai tampil meyakinkan di panggung nasional dan mengukuhkan posisinya sebagai kandidat kuat penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026. Keseriusan tersebut tercermin dalam kegiatan Silaturahmi dan Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (8/1/2026), sebagai bagian dari rangkaian menuju penyerahan Trofi Abyakta pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten.
Forum prestisius ini dibuka dengan pertunjukan seni budaya Manggarai yang dipimpin langsung oleh Herybertus Geradus Laju Nabit. Sajian budaya tersebut menghadirkan kekayaan nilai, ritus, dan ekspresi tradisi Manggarai di jantung ibu kota, sekaligus menjadi penegasan bahwa kebudayaan bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan identitas hidup yang terus dirawat. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Baca Juga: Keadilan Sosial di Negeri Para Tuan: Matinya Kesetaraan di Tangan Budaya Feodal
Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan nasional. Menurutnya, pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa agar kebudayaan daerah tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
Iamenilai, kepala daerah yang menempatkan kebudayaan sebagai arus utama pembangunan menunjukkan keberanian visi dan komitmen jangka panjang.
Hal senada disampaikan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, yang menyebut Anugerah Kebudayaan PWI sebagai bentuk pengakuan atas peran kebudayaan sebagai jiwa bangsa.
Menurutnya, pembangunan nasional yang kuat harus berakar pada nilai dan identitas budaya, sehingga penghargaan ini ditujukan kepada kepala daerah yang konsisten, berintegritas, dan inovatif dalam memajukan kebudayaan di wilayahnya.
Dalam forum tersebut, Bupati Manggarai tampil gagah dan berwibawa mengenakan pakaian adat khas Manggarai. Penampilan ini menjadi pesan simbolik yang kuat tentang keberanian menghadirkan identitas lokal di ruang-ruang nasional. Kehadiran Bupati Manggarai tidak hanya sebagai peserta seleksi, tetapi juga sebagai representasi komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mempromosikan kekayaan budaya daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.
Mengusung tema "Membangun Rumah, Merawat Budaya: Modal Kolektif Menuju Indonesia Emas", Bupati Manggarai menyampaikan materi presentasi dalam forum penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Dewan Pers, Lantai IV, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Presentasi ini merupakan bagian dari tahapan seleksi kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dan berkelanjutan dalam pemajuan kebudayaan.
Dalam pemaparannya, Herybertus G. L. Nabit menegaskan bahwa rumah dan budaya merupakan titik awal pembentukan karakter manusia dan masyarakat. Dari keluarga dan komunitas lokal, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta identitas kolektif tumbuh dan membentuk daya saing daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan yang mengabaikan kebudayaan berisiko kehilangan arah dan makna.
"Merawat budaya berarti merawat peradaban. Dari rumah dan komunitas lokal, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan identitas bangsa ditumbuhkan sebagai modal kolektif menuju masa depan Indonesia yang maju dan berkarakter," tegas Bupati Manggarai di hadapan dewan juri.
Baca Juga: Perkuat Keterbukaan Informasi, Diskominfo Manggarai Evaluasi Kerja Sama Publikasi dengan Media
Bupati Manggarai juga memaparkan berbagai kebijakan dan program strategis Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mendukung pemajuan kebudayaan, mulai dari penguatan sanggar seni dan komunitas adat, pelestarian ritus dan tradisi lokal, integrasi nilai budaya dalam sektor pendidikan dan pariwisata, hingga kolaborasi aktif dengan media dan insan pers sebagai mitra strategis pembangunan kebudayaan.
Artikel Terkait
Pemerintah Resmi Terbitkan Permendesa Nomor 16 Tahun 2025: Ini Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026
Raphinha Cemerlang, Tampar Bilbao Dengan Skor Telak El Barca ke Final
Gampang Banget dan Kamu Bisa Praktekan di Rumah, Berikut 3 Resep Kue Kering yang Super Lezat
Resep Kolak Pisang, Hidangan yang Lezat dan Bikin Seger Usai Bekerja Seharian
Geram Dengan Pelayanan Kapus Lama, Aliansi Suara Fatuleu Barat Suarakan Kekecewaan
Agar Tetap Awet, Ini Dia 7 Cara Menyimpan Jagung Rebus Agar Tetap Empuk dan Tidak Kering Berhari-Hari
Normal Di Kertas, Tenggelam Di Teras: Delusi Birokrasi Pasca Bencana