Wagub Johni Asadoma Kunjungi Kota Denpasar, Ajak Untuk Rajut Kembali Harmoni Warga NTT – Bali

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Kamis, 29 Januari 2026 | 08:25 WIB

Wagub Johni Asadoma pada kesempatan itu juga memaparkan berbagai analisa situasi yang tidak kondusif tersebut dimulai dari latar belakang permasalahan, identifikasi masalah, faktor pemicu, upaya mitigasi serta Alternatif Solusi.

Wagub Johni menjelaskan, secara historis Bali dan NTT bukan sekadar bertetangga secara geografis dalam gugusan Kepulauan Sunda Kecil, melainkan dua wilayah yang dipersatukan oleh benang merah sejarah, kemiripan lanskap sosio-ekologis, serta semangat kekeluargaan yang kuat.

Baca Juga: Wagub NTT Dampingi Menko Agus Harimurti Tinjau Infrastruktur Strategis di Labuan Bajo

Ia menerangkan bahwa bagi masyarakat NTT, Bali kerap dipandang sebagai rumah kedua / tempat mencari nafkah, menempuh pendidikan, dan membangun masa depan.

“Akulturasi budaya NTT - Bali sudah terbangun kurang lebih sejak 70 tahun yang lalu. Namun dalam beberapa waktu terakhir, relasi harmonis tersebut diuji oleh sejumlah peristiwa yang melibatkan oknum warga Diaspora NTT yang mungkin belum mampu beradaptasi, menyesuaikan diri dan menghargai aturan dan norma-norma daerah setempat sehingga terjadi konflik dan memunculkan sentimen negatif di ruang publik,” jelas Johni.

“Dalam konteks ini, menjaga harmoni tidak lagi cukup dipahami sebagai sekadar imbauan, melainkan telah menjadi kewajiban moral dan kultural yang mendesak bagi kita semua. Dan untuk memahami pentingnya harmoni tersebut, kita perlu menilik akar budaya kedua belah pihak. Masyarakat Bali hidup dalam naungan filosofi Tri Hita Karana, yakni keseimbangan relasi antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Nilai ini membentuk karakter sosial Bali yang menjunjung tinggi ketenangan, ketertiban, serta ketaatan pada norma adat,” tambahnya.

Di sisi lain, dijelaskan Johni Asadoma, masyarakat NTT yang terhimpun dalam semangat Flobamora - Flores, Sumba, Timor, dan Alor dikenal memiliki karakter yang egaliter, ekspresif, serta solidaritas sosial yang sangat kuat.

Baca Juga: Wagub NTT Ajak Masyarakat Teruskan Semangat Perjuangan Kapitan Pattimura

“Budaya kita menjunjung tinggi harga diri dan keberanian, namun pada saat yang sama juga mengajarkan etika hidup yang menempatkan penghormatan terhadap sesama sebagai nilai utama. Ketegangan yang muncul kerap kali bukan disebabkan oleh perbedaan nilai dasar, melainkan oleh perbedaan cara mengekspresikan nilai tersebut. Sehingga, kunci harmoni terletak pada kemampuan warga Diaspora NTT untuk melakukan akulturasi secara bijak, beradaptasi dengan lingkungan setempat tanpa kehilangan jati diri dan martabat budayanya,” jelas Johni.

Oleh karena itu, menurut Wagub Johni Asadoma, menjaga harmoni di Bali menuntut sikap yang lebih proaktif, dewasa, dan kolaboratif dari seluruh warga diaspora NTT. Beberapa langkah krusial juga dijelaskan Wagub Johni untuk terus diperkuat antara lain sebagai berikut :

1. Reaktualisasi filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Warga diaspora perlu menyadari bahwa Bali memiliki kedaulatan adat yang sangat kuat. Menghormati tradisi lokal, menaati aturan banjar, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal merupakan bentuk adaptasi yang bermartabat. Adaptasi bukanlah kehilangan jati diri, melainkan wujud penghormatan kepada tuan rumah.

2. Penguatan peran organisasi dan paguyuban diaspora

Organisasi seperti Flobamora Bali memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi sekaligus ruang pembinaan. Paguyuban tidak cukup hanya menjadi wadah kebersamaan, tetapi juga harus berfungsi sebagai sarana edukasi hukum, penguatan etika bermasyarakat, dan kontrol sosial bagi anggotanya.

3. Pengembangan komunikasi dialogis dengan otoritas lokal.

Relasi yang baik dengan Pecalang, tokoh adat, dan aparat keamanan merupakan langkah preventif yang sangat penting. Setiap potensi gesekan hendaknya diselesaikan melalui dialog dan mediasi, bukan melalui pengerahan massa. Budaya duduk bersama untuk mencari solusi harus terus dikedepankan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X