4. Penguatan narasi kontribusi positif diaspora NTT
Warga NTT telah berkontribusi nyata dalam berbagai sektor di Bali, mulai dari konstruksi, pariwisata, hingga UMKM. Kisah kerja keras, prestasi, dan kontribusi positif ini perlu lebih sering ditampilkan untuk menyeimbangkan pemberitaan negatif. Diaspora NTT harus terus membuktikan bahwa kehadirannya merupakan aset bagi kemajuan Bali. Karena pada akhirnya, warga NTT di Bali adalah wajah NTT yang dilihat oleh masyarakat luas, bahkan oleh dunia internasional.
Baca Juga: Gubernur dan Wagub NTT Terima Duta Besar Italia Untuk Indonesia
Selain itu, Johni Asadoma juga meminta dan menekankan agar adminsitrasi kependudukan harus gencar disosialisasikan oleh pemda se-NTT agar ketika masyarakat hendak ke luar daerah dengan berbagai tujuan baik menempuh pendidikan atau bekerja dapat terpantau dan terdata secara baik dan akurat. Hal ini menurutnya akan menekan dan meminimalisir terjadinya tindakan-tindakan yang melanggar hukum.
“Segera kita nanti harus kuatkan dengan regulasi dan kiranya DPRD harus dukung. Dan ini harus tegas, supaya setiap warga kita yang mau ke luar daerah harus wajib lapor baik daerah asal maupun daerah tujuan. Di daerah tujuan warga NTT wajib lapor ke RT setempat sebagai perwakilan pemerintah di tingkat paling bawah. Jika ini tertib kita lakukan, saya rasa bisa kita cegah hal-hal yang berpotensi melanggar,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sikap Pemerintah Provinsi NTT akan selalu konsisten dalam mendukung penegakan hukum terhadap siapapun tanpa terkecuali termasuk oknum warga NTT yang membuat keonaran, tindakan pidana, kerusuhan atau aksi-aksi kriminal diberbagai daerah.
Tidak lupa, Wagub Johni Asadoma juga menyampaikan permohonan maaf terhadap pemerintah dan masyarakat Bali atas ketidaknyaman akibat sejumlah perbuatan yang tidak menyenangkan dan meresahkan akibat perlakuan oknum-oknum diaspora NTT belakangan ini.
“Melalui momentum ini, saya atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah maupun masyarakat Bali yang merasa terganggu dan sangat resah twrhadap tutur kata maupun perilaku sekelompok kecil warga kami yang ada di Bali. ” ungkap Wagub Johni.
Sebelumnya Ardi Ganggas selaku Penasehat Rumah Besar Diaspora NTT di Bali mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur NTT beserta jajaran di Bali. Senada dengan apa yang diucapkan Wagub NTT, Ia mengungkapkan bahwa situasi yang kurang konfusif yang belakangan terjadi perlu dibereskan segera agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas lagi.
“Terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur atas kehadirannya. Kehadiran Bapak dan jajaran dari Kupang juga para Bupati / Wakil Bupati dari Sumba membuktikan bahwa pemerintah hadir dalam tiap situasi. Kita juga harapkan bersama melalui dialog, komunikasi dengan Pemda di Bali dan para tokoh masyarakat setempat semua situasi ini dapat kita pulihkan kembali,” ucapnya.
Pada akhirnya, harmoni antara warga diaspora NTT dan masyarakat Bali adalah sebuah tenunan sosial yang hanya dapat bertahan apabila setiap utasnya dijaga dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama. Tantangan yang muncul dari berbagai kasus hukum dalam beberapa waktu terakhir hendaknya kita maknai sebagai momentum refleksi diri dan otokritik yang konstruktif.
Artikel Terkait
Babak Baru Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Rosina Dewi Diperiksa Tipidsus Polres Manggarai
Penabrak Balita di Manggarai Barat Resmi Ditahan Polisi