nasional

Kabar Gembira Bagi Petani se-Indonesia Pertama Kali Dalam Sejarah, Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20 Persen

Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:57 WIB
Mentan Amran saat Konferensi Pers dikantornya (Foto: Dok. Kementan RI)

"Hari ini, ini adalah milestone, tonggak sejarah. Revitalisasi sektor pupuk, sarana produksi. Ini sangat penting. Hari ini diumumkan atas arahan Bapak Presiden, atas perintah Bapak Presiden, 'Tolong, hari Rabu, diumumkan harga pupuk turun 20%'. Berlaku mulai hari ini. Ini adalah berita gembira," terangnya.

Ia menyebut, penurunan harga pupuk ini merupakan peristiwa bersejarah di tahun kedua pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Masuk tahun ke-2 pemerintahan Bapak Prabowo-Gibran. Ini tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Kami umumkan, tolong seluruh yang hadir pada hari ini dicatat baik-baik," ujarnya.

Mentan Amran menjelaskan, kebijakan ini lahir dari hasil efisiensi besar-besaran pemerintah atas arahan Presiden Prabowo, tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Inilah hasil dari efisiensi efektif produktif. Ini adalah hasil efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah, efektifitas, efisien, dan seterusnya. Ini tidak menambah anggaran APBN. Tetapi menurunkan harga 20%," jelasnya.

Baca Juga: Serap Aspirasi Masyarakat Rikard Persly Gelar Reses di Rana Gapang

Ia pun merinci besaran penurunan harga pupuk yang berlaku di seluruh Indonesia mulai hari ini, diantaranya: Pupuk Urea, yang sebelumnya dipatok di harga Rp2.250 per kg menjadi Rp1.800 per kg. Turun Rp450 per kg seluruh Indonesia. Sementara untuk hitungan per sak urea, dari Rp112.500 turun menjadi Rp90.000 per sak.

Pupuk NPK, harganya juga turun signifikan, dari yang sebelumnya Rp2.300 per kg, kini menjadi Rp1.840 per kg. Adapun untuk hitungan harga per sak-nya, pupuk NPK Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak.

"Ini berita baik untuk petani seluruh Indonesia. 160 juta warga petani kita menanti berita ini," sambungnya.

Amran optimistis kebijakan ini akan berdampak positif bagi petani. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, kesejahteraan petani diharapkan meningkat.

"Karena, yang pasti adalah NTP naik, kesejahteraan petani naik, biaya produksi turun, otomatis produksi akan naik tahun-tahun berikutnya," jelasnya.

Baca Juga: Tekan Angka Kemiskinan, Gubernur Melki Targetkan 35 Ribu Rumah Layak Huni di NTT Tahun 2026

Lebih lanjut, ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah dan jajaran direksi BUMN pupuk.

"Kebetulan Komutnya (Komisaris Utama) adalah Pak Wamen Kami, Pak Sudaryono, dan dia luar biasa. Kemudian ada Dirutnya, (Direktur Utama PT Pupuk Indonesia) Pak Rahmat, ada Direktur Keuangan, Komisaris. Ini bukan kerja sendiri, kreatif kita semua, termasuk media," kata Amran.

Ia juga menegaskan, penurunan harga ini merupakan bagian dari gagasan besar Presiden Prabowo dalam mendorong efisiensi sektor pertanian.

Halaman:

Tags

Terkini