nasional

Tak Sekadar Seremonial, HPN 2026 di Manggarai Jadi Seruan Keras PRISMA untuk Pers yang Independen dan Berani

Senin, 9 Februari 2026 | 15:57 WIB
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu saat memberikan sambutan dalam kegiatan workshop peringatan Hari Pers Nasional 2026. (Gordi Jamat)

"Produk UMKM Manggarai tidak kalah kualitas, hanya kalah dikenal. Pers memiliki peran strategis dalam membangun narasi positif dan kepercayaan publik terhadap produk lokal," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan publikasi media dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Pers bukan hanya pelapor, tetapi penggerak ekonomi rakyat. Publikasi yang konsisten dapat membuka akses pasar baru dan meningkatkan daya saing UMKM Manggarai," katanya.

Baca Juga: Tak Butuh MBG, Pelajar di Pelosok Borneo Minta Presiden Prabowo Perbaiki Jalan

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk membangun ekonomi yang kuat.

"Sinergi antara pers, pemerintah, dan UMKM adalah kunci membangun ekonomi Manggarai yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan," tegasnya.

Dari perspektif etika dan integritas, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, Jefrin Harianto, mengingatkan bahwa kekuatan utama jurnalisme terletak pada integritas moral dan komitmen terhadap kebenaran.

"Integritas adalah kekuatan utama jurnalis. Semakin kuat integritas seorang jurnalis, semakin objektif dan bertanggung jawab keputusan jurnalistik yang dihasilkan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa verifikasi merupakan fondasi utama yang membedakan jurnalisme profesional dari sekadar penyebaran informasi biasa.

"Verifikasi adalah jantung jurnalistik. Setiap informasi harus diverifikasi agar tidak menyesatkan masyarakat. Jurnalis memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap publik," tegasnya. 

Baca Juga: Tragedi di Ujung Bambu: Ketika Negara Memberi Receh, Sekolah Justru Mencekik Jutaan

Menurutnya, peran jurnalis melampaui sekadar profesi, tetapi juga panggilan moral dalam menjaga kebenaran dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Jurnalis bukan hanya penyampai berita, tetapi penjaga kebenaran, penjaga moralitas, dan penjaga kemanusiaan," ungkapnya.

Workshop ini menjadi penegasan bahwa pers Manggarai tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial semata, tetapi harus terus bergerak sebagai kekuatan moral dan intelektual yang menjaga demokrasi dan kepentingan publik. 

Melalui kegiatan ini, PRISMA mengirim pesan yang jelas bahwa masa depan demokrasi Manggarai sangat bergantung pada keberanian pers untuk tetap independen, profesional, dan setia pada kebenaran.

Halaman:

Tags

Terkini