Solidaritas Kolektif, Melampaui Toleransi Menuju Inklusi Sosial Substansial

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Sabtu, 27 September 2025 | 21:17 WIB
Marselina Leliosa (Mahasiswa Semester VII Stipas St. Sirilus Ruteng)
Marselina Leliosa (Mahasiswa Semester VII Stipas St. Sirilus Ruteng)

Opini oleh Marselina Leliosa (Mahasiswa Semester VII Stipas St. Sirilus Ruteng)

Ruteng, Idenusantara.com - Inklusi sosial merupakan konsep yang sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang adil dan setara, di mana setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama terhadap kesempatan hidup yang layak, hak-hak dasar, serta kebebasan untuk mengekspresikan identitasnya.

Dalam konteks ini, sikap masyarakat memiliki peran krusial dalam membangun inklusi sosial.

Salah satu pergeseran yang penting dalam masyarakat modern adalah pergeseran sikap dari toleransi menuju solidaritas.

Toleransi dan solidaritas keduanya memiliki peran dalam menciptakan inklusi sosial, namun keduanya memiliki kedalaman dan kompleksitas yang berbeda.

Toleransi cenderung bersifat pasif, sementara solidaritas menuntut keterlibatan aktif dan dukungan terhadap sesama dalam membangun kesejahteraan bersama.

Toleransi: Penghargaan terhadap Perbedaan

Toleransi secara umum dapat dipahami sebagai sikap untuk menghargai dan menerima keberagaman dalam masyarakat, baik itu terkait dengan agama, suku, ras, orientasi seksual, maupun ideologi politik.

Pada dasarnya, toleransi tidak mengharuskan seseorang untuk setuju dengan perbedaan tersebut, tetapi hanya untuk menghormati hak orang lain untuk mewujudkan pilihan hidup mereka, asalkan hal itu tidak merugikan orang lain.

Penerapan sikap toleransi dalam masyarakat sering kali dilandasi oleh pemahaman bahwa keberagaman adalah bagian dari kenyataan sosial yang tidak bisa dihindari.

Sebagai contoh, dalam masyarakat multikultural, toleransi berfungsi sebagai mekanisme untuk menjaga perdamaian sosial dan menghindari konflik antar kelompok.

Toleransi memungkinkan adanya ruang bagi setiap individu atau kelompok untuk tetap hidup berdampingan meskipun memiliki nilai, kepercayaan, dan kebiasaan yang berbeda.

Akan tetapi meskipun toleransi berperan penting dalam menjaga kedamaian, sikap ini cenderung bersifat pasif.

Artinya, meskipun seseorang mungkin tidak mengganggu atau menyinggung kelompok lain sikap toleransi ini belum tentu membawa perubahan sosial yang lebih substansial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dionisius Upartus Agat

Rekomendasi

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB
X