Politik Dagang Sapi: Saat Ideologi Mati di Meja Transaksi

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Selasa, 6 Januari 2026 | 07:04 WIB
Politik Dagang Sapi (Foto:Gambar Ilustrasi LM)
Politik Dagang Sapi (Foto:Gambar Ilustrasi LM)

Oleh:Lhyna Marlina

 

Opini-Idenusantara.com-

 

Wajah Ganda Kekuasaan

Di panggung depan, di bawah sorotan kamera, politik kita berbicara dengan bahasa malaikat: demi rakyat, demi bangsa, demi stabilitas. Namun, begitu kamera mati dan pintu tertutup, bahasa itu berganti rupa menjadi kalkulasi saudagar: “Lu dapat apa, gue dapat apa.”

Di lorong-lorong senyap inilah praktik itu hidup. Sebuah praktik yang mengubah mandat rakyat menjadi sekadar komoditas kiloan. Kita menyebutnya: Politik Dagang Sapi.

Akar Masalah: Transaksi, Bukan Negosiasi

Istilah ini tidak lahir dari ruang hampa. Ia meminjam logika pasar ternak. Transaksi pragmatis yang hanya peduli bobot daging dan harga jual. Tanpa moral, tanpa visi, tanpa basa-basi.

Ketika logika ini masuk ke istana kekuasaan, maknanya menjadi telanjang:
* Posisi menteri bukan untuk yang ahli, tapi untuk yang "berkeringat".
* Undang-undang bukan untuk melindungi warga, tapi untuk mengamankan "pemodal".
* Koalisi bukan penyatuan gagasan, melainkan bagi-bagi lapak.

LM Ils Org
LM Ils Org

Modus Operandi: Senyap tapi Nyata

Politik dagang sapi tidak pernah punya rilis pers. Ia bekerja dalam kode-kode bisu dan "saling pengertian" yang mematikan:
“Kami amankan kebijakan Bapak, asal kursi komisaris aman.”
“Setuju revisi UU ini, asal kasus korupsi teman kami dipetieskan.”

Di titik ini, kebijakan publik tak lagi suci. Ia hanyalah alat tukar. Demokrasi menyempit menjadi sekadar meja kasir bagi para elit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Rekomendasi

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB
X