Halaman Belakang yang "Dicuri": Ironi Jarak Talaud dan Raksasa Tuna General Santos

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Selasa, 13 Januari 2026 | 10:57 WIB
Ilustrasi ironi Talaud dan Raksasa Gensan (Foto:Dok.LM)
Ilustrasi ironi Talaud dan Raksasa Gensan (Foto:Dok.LM)

Indonesia tidak tinggal diam. Kita punya Bitung, si "Kota Cakalang" yang infrastrukturnya paling siap menandingi GenSan, meski sering megap-megap kekurangan bahan baku karena kebocoran di utara.

Lalu ada Benoa (Bali), markas armada longline yang bermain di kelas premium Samudera Hindia. Dan kini, mata tertuju pada Biak (Papua). Dengan akses langsung ke Pasifik dan penerbangan kargo langsung ke Jepang, Biak adalah "Kuda Hitam" yang bisa memotong dominasi GenSan jika dikelola dengan benar.

 

Catatan Akhir

Kisah Talaud dan General Santos adalah pengingat keras bagi Jakarta: Bahwa kedaulatan bukan hanya soal garis batas di peta, tapi soal siapa yang menikmati kekayaan di dalamnya. Jika kita tidak membangun "benteng ekonomi" di bibir Pasifik, maka halaman belakang kita akan selamanya menjadi lumbung pangan bagi tetangga yang lebih sigap.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB
X