Indonesia tidak tinggal diam. Kita punya Bitung, si "Kota Cakalang" yang infrastrukturnya paling siap menandingi GenSan, meski sering megap-megap kekurangan bahan baku karena kebocoran di utara.
Lalu ada Benoa (Bali), markas armada longline yang bermain di kelas premium Samudera Hindia. Dan kini, mata tertuju pada Biak (Papua). Dengan akses langsung ke Pasifik dan penerbangan kargo langsung ke Jepang, Biak adalah "Kuda Hitam" yang bisa memotong dominasi GenSan jika dikelola dengan benar.
Catatan Akhir
Kisah Talaud dan General Santos adalah pengingat keras bagi Jakarta: Bahwa kedaulatan bukan hanya soal garis batas di peta, tapi soal siapa yang menikmati kekayaan di dalamnya. Jika kita tidak membangun "benteng ekonomi" di bibir Pasifik, maka halaman belakang kita akan selamanya menjadi lumbung pangan bagi tetangga yang lebih sigap.