opini

Ilusi Inklusivitas, Kajian Peran Struktural Patriarki dan Reproduksi Diskriminasi Sosial

Jumat, 26 September 2025 | 11:55 WIB
Astuti Manut (Mahasiswa STIPAS St. Sirilus Ruteng)

Inklusi sosial tidak boleh berhenti sebagai jargon atau puisi di atas kertas. Ia harus menjadi kenyataan yang hidup. Kenyataan itu hanya bisa lahir bila kita berani mencabut akar diskriminasi yang bernama patriarki.

Sudah saatnya kita berani mengatakan dengan lantang: patriarki bukanlah warisan mulia, melainkan beban sejarah. Ia bukan pusaka, melainkan racun yang diwariskan.

Menolak patriarki bukanlah menolak budaya, melainkan menghidupkan kembali inti budaya yaitu kemanusiaan, keadilan, dan kebijaksanaan.

 

 

 

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB