Ini adalah visi yang menantang kita untuk keluar dari kepuasan diri, untuk meruntuhkan tembok-tembok yang memisahkan kita, dan untuk membangun jembatan persaudaraan.
Ini adalah pengingat bahwa sukacita Injil yang otentik hanya dapat dirasakan ketika kita bersedia merangkul semua orang, tanpa kecuali. Inklusivitas bukanlah ide tambahan, melainkan jantung dari pesan Kristus itu sendiri.