Umat Katolik dipanggil untuk terlibat dalam pelayanan sosial, dan upaya lainnya yang memberikan inklusi sosial.
Inklusi sosial sebagai jantung iman Katolik berarti bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang, status sosial, atau kondisi kehidupan mereka, diterima, dihormati, dan dihargai dalam komunitas Katolik.
Ini mencerminkan ajaran Yesus Kristus yang selalu merangkul mereka yang terpinggirkan dan membutuhkan.
Ajaran Sosial Gereja ( ASG) juga memberikan landasan yang kuat bagi inklusi sosial.
Dokumen-dokumen seperti Gaudium et Spes, Populorum Progressio, dan Laudato Si menekankan pentingnya martabat manusia, solidaritas, subsidiaritas, dan kebaikan bersama.
ASG mengajak umat Katolik untuk terlibat aktif dalam menciptakan masyarakat yang adil dan inklusi, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang secara utuh.
Menghadapi tantangan-tantangan ini, Gereja Katolik di Indonesia terpanggil untuk menghidupi imannya secara konkret, dengan menjadikan inklusi sosial sebagai inti dari pelayanannya.
Gereja Katolik memiliki sumber daya yang besar, baik manusia maupun finansial, serta jaringan yang luas di seluruh Indonesia, yang dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan inklusi sosial.
Beberapa peran yang dapat dimainkan oleh Gereja Katolik yaitu menyelenggarakan sekolah-sekolah inklusif yang menerima siswa dari latar belakang, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Sekolah-sekolah ini harus memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan siswa, serta mempromosikan nilai-nilai inklusi dan toleransi.
Gereja Katolik dapat menyuarakan kepentingan kelompok minoritas dan memperjuangkan kebijakan publik yang adil dan inklusif.
Gereja Katolik dapat bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan lembaga pemerintah untuk mempromosikan hak asasi manusia dan keadilan sosial.
Melihat kedepan, inklusi sosial akan tetap menjadi agen penting bagi Gereja Katolik di Indonesia.
Dengan semangat iman, harapan, dan kasih, Gereja Katolik dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang adil, inklusif, dan sejahtera.
Meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok agama lain dalam mempromosikan inklusi sosial.