Dengan demikian, Gereja Katolik dijemput untuk tidak hanya berbicara tentang inklusi secara teologis, tetapi secara konkret mewujudkan inklusi dalam setiap aspek kehidupan komunitasnya, agar menjadi rumah yang ramah dan tempat bernaung yang penuh kasih bagi semua, termasuk saudara-saudari penyandang disabilitas.